Senyum mu…
Senyum mu tak pernah pudar dari angan ku…
Rindu ku pada mu menghiasi setiap langkah ku…
Membuat rona dalam hidup ku…
Aku tak dapat berkata…
Hati ku pun tak merangkai kata…
Hanya mata ku yang terpana…
Menatap dalam wajah mu…
Menatap indah mu…
Ingin ku rangkai puisi ini untuk mu…
Ingin ku jadikan ia indah untuk mu…
Karena hanya puisi yang bisa ku ungkapkan untuk cantik mu.
Walau ini tak seindah diri mu.
Walau tak sempurna diri ini tuk ada di hati mu.
Aku mencintai mu dengan sederhana…
Seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.
Perempuan…
Lama telah waktu berlalu jauh sudah aku tinggalkan diri mu…
Tapi belum pudar kau, cinta ku…
Kau masih dalam rindu ku…
Perempuan…
Mungkinkah aku juga kau rindukan…?
Perempuan…
Aku disini kesepian…
Berjalan dalam kesendirian…
Terdiam dalam kerinduan…
Mungkin kau juga sedang merindukan…
Tapi mungkin bukan aku yang selalu termanggu…
Memanggil nama mu dalam bisu…
Menatap wajah mu yang hanya palsu…
Perempuan…
Kapan perginya ini kesepian…?
Kapan pudar ini kerinduan…?
Pada diri mu yang pernah ku coba tuk cintai dalam keraguan…
Malam ini aku kembali termanggu.
Malam ini aku kembali termanggu.
Terdiam dengan pilu, ditelan gelapnya malam…
Kembali rasakan dinginnya kelam.
Dengan rindu aku hanya terdiam.
Meratapi satu cerita…
Tentang jalan yang tanpa cinta.
Ini jalan terasa hampa dan goreskan luka dalam hati ku…
Namun, tetap bertahan aku.
Di dekat sunyi, ditikam sepi…
Dingin hati ini dalam rindu bercampur pilu.
Dan malam terus tenggelam…
Dalam pedih aku tetap bertahan…
Dengan satu harapan…
Kan ada cinta untuk ku…
Kembali aku menatap mu.
Kembali aku menatap mu…
Dan terpaku aku…
Menatap indah diri mu…
Menjadikan mu bunga dalam hati ku…
Dan hati ku… Jatuh cinta pada mu…
Ini rasa indah bagi ku…
Dan tak mudah tuk ku lupakan…
Dan…
Ingin aku datang pada mu…
Genggam erat tangan mu…
Hanya tuk katakan…
Aku cinta pada mu…
Kau…
Kau datang dalam benak ku.
Menari-nari dalam khayal ku.
Jadikan aku terbuai dengan angan ku.
Impikan indahnya bayangan mu.
Impikan kau adalah milik ku.
Jadilah aku merindukan mu.
Satu cinta yang bukan milik ku.



