Stevan’s Teritory Weblog

Everything in here. Enjoyed it!

Beliung.

 

Aku yang berada di kelabuan panorama.

Di tengah pusat beliung menggulung.

Harap ku di bawa agar hilang…

Hilang…

Tertelannya aku dan kehidupan.

Mengapa tidak…?

Tersadar aku di tepi, beliung yang menghantarnya.

Di tepi, tempat kehidupan…

Harapnya aku tetap berjalan menjalani.

 

Sedikitpun di mata mu, ku tak berharga…

Di mata ku, kau yang selalu memberi segalanya.

Sadar atau tidak sadar, kau adalah orang baik bagi ku.

Mungkin mau mu bukan bagi ku, tetapi baginya!

Jika dirinya seperti ku, itu bukan mau ku!

 

Sayang, jangan pernah takut!

Jika mereka semua jauh dari mu.

Waktunya di situ, kamu dapat melihat, siapa orang yang selalu dekat dengan mu.

 

Sayang, biarkanlah cinta itu terbang sebebas mungkin, setinggi-tingginya seperti burung.

Jika cinta itu cinta sejati, maka cinta itu akan kembali ke arah dan ke dalam diri mu.

December 30, 2007 - Posted by Stevan Adhi Nugroho | Puisi-puisi | | 1 Comment

1 Comment »

  1. puisinya bagus. Saya suka puisi ini..
    Kalau boleh tanya, siapa ya yang membuat puisi ini?

    Comment by reddeathrose | June 28, 2008 |


Leave a comment

You must be logged in to post a comment.