Stevan’s Teritory Weblog

Everything in here. Enjoyed it!

Makalah Operational Management

BAB I

PENDAHULUAN

 

LATAR BELAKANG 

Dewasa ini perkembangan teknologi semakin maju dan berkembang. Kemajuan teknologi bukan hanya perkembangan mesin-mesin produksi dan transportasi, melainkan teknologi informasi.

Sekarang ini banyak sekali orang memakai teknologi, bahkan teknologi merupakan bagian dari hidupnya. Tanpa teknologi, orang seperti ini akan merasa hampa di dalam hidupnya. Teknologi ini contohnya seperti teknologi informasi dan multimedia. Masyarakat memakai handphone untuk berkomunikasi. Mereka memakai laptop yang dipasang GPS (Global Positioning System) lewat satelit untuk memandu mereka untuk menunjukan arah dan tempat. Website-website yang marak beredar di dalam dunia internet sebagai sarana bisnis ataupun hiburan. Masyarakat yang pekerjaan sehari-harinya menjadi wartawan atau fotografer sangat erat dengan kamera.

Bayangkan, apabila masyarakat saat memakai teknologi tersebut mengalami suatu gangguan. Desain grafis saat membuat website, ternyata komputernya hang. Wartawan dan fotografer memakai kamera ternyata kamera tersebut dapat melukai penggunannya. Para pembisnis saat mengadakan rapat lewat handphone (multi converence) ternyata baterai handphone tersebut rusak. Bayangkan apabila para pendaki gunung memakai laptop dan modem internet tersebut rusak sehingga tidak ada koneksi GPS ke satelit. Dan bayangkan apabila anda mengerjakan suatu proyek, makalah/skripsi melalui komputer yang ternyata komputer tersebut terinfeksi virus. Bayangkan, dan apa yang terjadi? Desain grafis akan kesulitan untuk membuat website dari pesanan pelanggan. Wartawan dan fotografer tidak bisa mengambil object untuk diliput. Pembisnis akan membatalkan rapat dan akhirnya perjanjian diantara mereka batal. Para pendaki gunung pasti akan tersesat. Dan pastinya kita akan stress ketika proyek, makalah/skripsi yang kita buat, dimakan oleh virus.

Kita tidak bisa menjamin bahwa barang yang diproduksi memakai mesin-mesin canggih, apalagi produk teknologi, maka mutunya juga canggih pula. Nah, di sini kami akan mencari tahu sebab-sebab terjadinya kerusakan produk tersebut.

NOKIA & SONY merupakan perusahaan ternama terkenal di dunia. Kami tertarik untuk membahas perusahaan tersebut, karena perusahaan besar juga bisa berpotensi membuat kesalahan yang fatal. NOKIA yang mempunyai kesalahan dalam memproduksi baterai yang diproduksi oleh Matsushita baterai industrial Co. Ltd. Dan SONY mempunyai kesalahan dalam perencanaan pembuatan kamera, sehingga kamera tersebut dapat melukai jari penggunannya. Yang membuat kami lebih tertarik ialah, kedua perusahaan tersebut sangat profesionalisme dalam mempertanggungjawabkan kerusakan produk mereka. Mereka mengganti semua komponen yang rusak secara cuma-cuma atas kesalahan mereka, dan kami juga tertarik atas penggantian secara cuma-cuma tersebut, karena penggantian secara cuma-cuma memakan biaya yang sangat banyak.

 

BATASAN PERMASALAHAN

Karena banyaknya permasalahan dalam topik yang kami ambil, maka penulis (kami) membatasi permasalahan khusus pada kualitas produk dan tersebarnya produk gagal di pasaraan, tetapi kami juga akan membahas sedikit mengenai Total Quality Mutu dan Standarisasi Produk, hal ini kami berikan karena Total Quality Mutu dan Standarisasi Produk tidak dapat dipisahkan dengan Kualitas Managemen.

 

RUMUSAN MASALAH  

 

  1. Apa itu kualitas? Dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas?

  2. Apa yang terjadi pada produk ini?

  3. Mengapa produk ini bisa lolos sampai ke pasaran?

  4. Bagaimana cara perusahaan membuat suatu standar?

  5. Apa saja dampak secara macro pada perusahaan tersebut dan konsumen?

  6. Bagaimana cara untuk meng-cover (menutupi) kerugian tersebut?

  7. Apabila menimbulkan kerugian jiwa konsumen, apa yang akan dilakukan oleh perusahaan tersebut?

  8. Untuk mencegah kerugian yang semakin besar, apa yang harus dilakukan oleh pihak perusahaan?

 

TUJUAN 

Tujuan kami membuat makalah ini adalah;

  1. Untuk mendeskripsikan apa itu kualitas

  2. Untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas.

  3. Untuk mencari tahu masalah yang terjadi pada perusahaan tersebut.

  4. Untuk mencari faktor-faktor yang menyebabkan produk rusak beredar di masyarakat.

  5. Untuk mencari tahu cara-cara yang dipakai perusahaan untuk menentukan standar produknya.

  6. Untuk mencari tau tindakan-tindakan perusahaan dalam mengatasi masalah kerugian bagi jiwa konsumen dan kerugian yang terus membesar.

  7. Untuk mengetahui dampak-dampak secara makro bagi perusahaan & konsumen.

  8. Untuk mencari tahu cara-cara meng-cover kerugian tersebut.

 

BAB II

LANDASAN TEORI

 

KUALITAS

1. Pengertian

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita mendengar orang membicarakan masalah kualitas, misalnya mengenai kualitas sebagian besar produk buatan luar negri yang lebih baik daripada produk dalam negri. Jadi apa sesungguhnya kualitas itu?

Menurut kami, tak ada definisi yang pas mengenai kualitas yang diterima secara universal, dari definisi-definisi yang ada terdapat beberapa persamaan, yaitu dalam elemen-elemen sebagai berikut;

  • Kualitas meliputi usaha memenuhi atau melebihi harapan pelanggan.

  • Kualitas mencakup produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan.

  • Kualtas merupakan kondisi yang selalu berubah, misalnya apa yang dianggap merupakan berkualitas saat ini mungkin dianggap kurang berkualitas pada masa mendatang.

Dengan berdasarkan elemen-elemen tersebut, kami membuat definisi mengenai kualitas yang lebih luas cakupannya. Definisi tersebut adalah:

Kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.

2. Sumber Kualitas

Paling tidak ada lima sumber kualitas yang biasa dijumpai, yaitu;

  • Program, kebijakan, dan sikap yang melibatkan komitmen dari management puncak.

  • System informasi yang menekankan ketetapan, baik pada waktu maupun detail.

  • Desain produk yang menekankan keandalan dan perjanjian extensi (perpanjangan) produk sebelum dilepas ke pasar.

  • Kebijakan produksi dan tenaga kerja yang menekankan peralatan yang terpelihara baik, pekerja yang terlatih baik, dan penemuan penyimpangan secara tepat.

  • Management vendor (penjaga) yang menekankan kualitas sebagai sasaran utama.

3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kualitas

  • Fungsi suatu barang menurut kami, suatu barang yang dihasilkan hendaknya memperhatikan fungsi untuk apa barang tersebut dimaksudkan, sedangkan barang-barang yang dihasilkan harus benar-benar memenuhi fungsi tersebut. Oleh karena itu pemenuhan fungsi tersebut mempengaruhi kepuasan para konsumen.

Mutu yang hendak dicapai sesuai dengan fungsi untuk apa barang tersebut digunakan atau dibutuhkan. Fungsi ini tercemin pada spesifikasi dari barang tersebut, seperti kecepatan, tahan lamanya, kegunaannya, berat, bunyi, mudah atau sulitnya layanan servis, dan kepercayaannya.

  • Wujud luar menurut kami, wujud luar ialah salah satu faktor yang penting dan sering dipergunakan oleh konsumen dalam melihat suatu barang pertama kalinya. Mereka menganggap bahwa untuk menentukan mutu suatu barang ialah dari wujud luarnya.

Kadang-kadang walaupun barang yang dihasilkan secara teknis atau mekanis telah maju, tetapi bila wujud luarnya tidak menarik, maka hal ini dapat menyebabkan barang tersebut kurang disenangi oleh pembeli. Faktor-faktor yang mempengaruhi wujud luar seperti bentuk, warna, tata letak penyusunan (lay out), dan hal-hal lainnya.

  • Biaya barang, menurut kami umumnya biaya atau harga suatu barang akan dapat menentukan mutu barang tersebut. Hal ini terlihat dari suatu barang yang harganya mahal, maka mutunya dipercaya sangat baik, tetapi jika suatu barang yang harganya murah, maka mutunya dipercaya kurang baik (buruk), dan sebaliknya jika harganya murah, konsumen akan beranggapan bahwa barang tersebut tidak layak untuk dikonsumsi.

Menurut kami, pernyataan kami diatas merupakan tradisi konsumen yang tradisional. Apabila suatu barang dikatakan murah, belum tentu mereka memproduksi dengan mutu rendah, melainkan mereka bisa saja melakukan efisiensi dan/atau mengurangi laba yang didapat.

 

PENGAWASAN MUTU

1. Maksud & Pengertian

Maksud pengawasan mutu adalah kegiatan untuk memastikan apakah kebijaksanaan dalam hal mutu dapat tercemin dalam hasil akhir. Dengan kata lain pengawasan mutu merupakan usaha untuk mempertahankan mutu/kualitas dari barang yang dihasilkan, agar sesuai dengan spesifikasi produk yang telah ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan pimpinan perusahaan.

2. Tujuan

Menurut kami tujuan dari pengawasan mutu ada dua, yaitu agar produk yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan oleh pimpinan dan agar selama proses produksi dan non produksi tidak terjadi pemborosan atau mubazir.

Kami menjabarkan tujuan pengawasan mutu menjadi empat poin, yaitu;

  • Agar barang hasil produksi dapat mencapai standar mutu yang telah ditetapkan.

  • Mengusahakan agar biaya inspeksi dapat menjadi sekecil mungkin.

  • Mengusahakan agar biaya desain dari produk dan proses dengan menggunakan mutu produksi tertentu dapat menjadi sekecil mungkin.

  • Mengusahakan agar biaya produksi dapat menjadi serendah mungkin

3. Ruang Lingkup

Kegiatan pengawasan mutu sangatlah luas. Kami berhasil menyimpulkan secara garis besar, bahwa pengawasan mutu terdiri dari dua tingkatan, yaitu;

  • Pengawasan selama pengelolahan, yaitu pengawasan yang dilakukan hanya terdapat sebagian dari proses, yang memungkinkan tidak ada artinya bila tidak diikuti dengan pengawasan pada bagian lain. Pengawasan terhadap proses ini termasuk pengawasan untuk bahan-bahan mentah.

  • Pengawasan atas barang yang telah dihasilkan, yaitu pengawasan untuk menjaga barang-barang hasil yang cukup baik dan menjaga agar barang yang paling sedikit rusaknya agar tidak lolos dari pabrik untuk sampai ke konsumen. 

 

TOTAL QUALITY MANAGEMENT

Seperti halnya dengan kualitas, definisi TQM juga ada bermacam-macam. Untuk memudahkan pemahamannya, pengertian TQM dapat dibedakan dalam dua aspek.

1. Pengertian

Aspek pertama menguraikan apa itu TQM. Menurut kami, TQM ialah;

Suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimalkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus-menerus atas produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungannya.

2. Karakteristik TQM

Aspek kedua membahas bagaimana mencapainnya. Menurut kami, TQM dapat dicapai dengan meperhatikan karakteristik TQM berikut ini:

  • Focus pada pelanggan terutama pelanggan external maupun internal.

Dalam TQM, baik pelanggan internal maupun external merupakan driver. Pelanggan external menentukan kualitas produk atau jasa yang disampaikan kepada mereka, sedangkan pelanggan internal menentukan kualitas manusia, proses, dan lingkungan yang berhubungan dengan produk atau jasa.

  • Memiliki obsesi yang tinggi terhadap kualitas.

Dalam organisasi yang menerapkan TQM, pelanggan internal dan external menentukan kualitas. Dengan kualitas yang ditetapkan tersebut, organisasi harus terobsesi untuk memenuhi atau melebihi apa yang ditentukan tersebut. Hal ini berati bahwa, semua karyawan pada setiap level berusaha melaksanakan setiap aspek pekerjaannya berdasarkan perspektif “bagaimana kita dapat melakukannya dengan lebih baik? Bila suatu organisasi terobsesi dengan kualitas, maka berlaku prinsip ‘good enough is never good enough’”.

  • Menggunakan pendekatan ilmiah dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah.

Pendekatan ilmiah sangat diperlukan dalam penerapan TQM, terutama untuk mendesain pekerjaan dan dalam proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan pekerjaan yang didesain tersebut. Dengan demikian data diperlukan dan dipergunakan dalam menyusun patok duga (benchmark)2, memantau prestasi, dan melaksanakan perbaikan.

  • Memiliki komitmen jangka panjang.

TQM merupakan suatu paradigma baru dalam melaksanakan bisnis. Untuk itu dibutuhkan budaya perusahaan yang baru pula. Oleh karena itu, komitmen jangka panjang sangat penting guna mengadakan perubahan budaya agar penerapan TQM dapat berjalan dengan sukses.

  • Membutuhkan kerjasama tim.

Dalam organisasi yang dikelola secara tradisional, sering kali diciptakan persaingan antar departemen yang ada dalam organisasi tersebut agar daya saingnya terdongkrak. Akan tetapi persaingan internal tersebut cenderung hanya menggunakan dan menghabiskan energy yang seharusnya dipusatkan pada upaya perbaikan kualitas, yang pada gilirannya untuk meningkatkan daya saing external.

Sementara itu dalam organisasi yang menerapkan TQM, kerjasama tim, kemitraan dan hubungan dijalin dan dibina, baik antar karyawan perusahaan maupun dengan pemasok, lembaga-lembaga pemerintah, dan masyarakat sekitarnya.

  • Memperbaiki proses secara terus-menerus.

Setiap produk dan / atau jasa dihasilkan dengan memanfaatkan proses-proses tertentu didalam suatu system/lingkungan. Oleh karena itu system yang ada perlu diperbaiki secara terus-menerus agar kualitas yang dihasilkannya dapat meningkat.

  • Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan.

Saat ini masih terdapat perusahaan yang menutup mata terhadap pentingnya pendidikan dan pelatihan. Mereka beranggapan bahwa perusahaan bukanlah sekolah, yang diperlukan adalah tenaga terampil siap pakai. Jadi, perusahaan-perusahaan seperti itu hanya akan memberikan pelatihan sekedarnya kepada karyawannya. Kondisi seperti itu menyebabkan perusahaan yang bersangkutan tidak berkembang dan sulit bersaing dengan perusahaan lainnya, apalagi dalam era persaingan global.

Sedangkan dalam organisasi yang menerapkan TQM, pendidikan dan pelatihan merupakan factor yang fundamental. Setiap orang diharapkan dan didorong untuk terus belajar. Dalam hal ini berlaku prinsip bahwa belajar merupakan proses yang tidak ada akhirnya dan tidak mengenal batas usia. Dengan belajar, setiap orang dalam perusahaan dapat meningkatkan ketrampilan teknis dan keahlian profesionalnya.

  • Memberikan kebebasan yang terkendali.

Dalam TQM keterlibatan dan pemberdayaan karyawan dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah merupakan unsur yang sangat penting. Hal ini dikarenakan unsur tersebut dapat menyebabkan “rasa memiliki” dan tanggung jawab karyawan terhadap keputusan yang telah dibuat. Selain itu unsur ini juga dapat memperkaya wawasan dan pendangan dalam suatu keputusan yang diambil, karena pihak yang terlibat lebih banyak.

Meskipun demikian, kebebasan yang timbul karena keterlibatan dan pemberdayaan tersebut merupakan hasil dari pengendalian yang terencana dan terlaksana dengan baik. Pengendalian itu sendiri dilakukan terhadap metode-metode pelaksanaan setiap proses tertentu. Dalam hal ini karyawan yang melakukan standarisasi proses dan mereka pula yang berusaha mencari cara untuk meyakinkan setiap orang agar bersedia mengikuti prosedur standar tersebut.

  • Memiliki kesatuan tujuan.

Supaya TQM dapat diterapkan dengan baik maka perusahaan harus memiliki kesatuan tujuan. Dengan demikian setiap usaha dapat diarahkan pada tujuan yang sama. Akan tetapi kesatuan tujuan ini tidak berati bahwa harus selalu ada persetujuan/kesepakatan antara pihak management dan karyawan mengenai upah dan kondisi kerja.

  • Dan adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan.

Keterlibatan dan pemberdayaan karyawan merupakan hal yang penting dalam menerapkan TQM. Usaha untuk melibatkan karyawan membawa dua manfaat utama.

Pertama, hal ini akan meningkatkan kemungkinan dihasilkannya keputusan yang baik, rencana yang lebih baik, atau perbaikan yang lebih efektif karena juga mencakup pandangan dan pemikiran dari pihak-pihak yang langsung behubungan dengan situasi kerja.

Kedua, keterlibatan karyawan juga meningkatkan “rasa memiliki” dan tanggung jawab atas keputusan dan melibatkan orang-orang yang harus melaksanakannya.

pemberdayaan bukan berati sekedar melibatkan karyawan tetapi juga melibatkan mereka dengan memberikan pengaruh yang sungguh-sungguh berati. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menyusun pekerjaan yang memungkinkan para karyawan untuk mengambil keputusan mengenai perbaikan proses pekerjaannya dalam parameter yang ditetapkan dengan jelas.

  

STANDARISASI MUTU

1. Pengertian

Ialah pedoman yang akan dapat dergunakan untuk melaksanakan proses produksi, seperti standarisasi upah dan gaji, standarisasi penggunaan bahan, jam kerja, dll.

2. Sumber Standarisasi Produk

Menurut kami, sebenarnya sumber standar produksi berasal dari beberapa sumber, namun secara umum standar berasal dari empat sumber, yaitu;

  • Aktivitas Perusahaan

  • Asosiasi Perusahaan & Masyarakat

  • Standar Nasional ditujukan untuk pengamanan dan pengawasan; penggunaan standar nasional; dan menjaga keterpaduan, kelangsungan pertumbuhan, dan perkembangan perusahaan yang bersangkutan.

  • Standar Internasional berlaku secara Internasional. Perusahaan di suatu negara yang mengikuti standar Internasional, maka mesin dan peralatan produksi yang akan digunakan dalam perusahaan merupakan mesin yang sama pula yang digunakan oleh perusahaan lain di negara lain. Oleh karena itu produk yang dihasilkan dari perusahaan yang bersangkutan merupakan produk yang memenuhi standar Internasional.

3. Macam-macam Standarisasi

  • Standar Jumlah adalah standar yang menetapkan jumlah (unit, volume, dan berat). Standar ini ditetapkan untuk menetapkan jumlah tertentu suatu barang dalam suatu pembungkusan. Standarisasi ini biasanya secara konsensus diakui perusahaan bersama-sama.

  • Standar Ukuran adalah penetapan ukuran tertentu untuk barang-barang tertentu. Standar ukuran dapat ditetapkan oleh pemerintah, badan-badan khusus atas persetujuan. Untuk standar ini sebenarnya tidak ada sanksi untuk tidak mengikutinya, tetapi akibatnya bagi perusahaan adalah kemungkinan barangnya tidak laku terjual

  • Standar Kualitas adalah penetapan kualitas tertentu untuk barang-barang tertentu. Penetapan standar kualitas pun ditetapkan oleh Pemerintah, Dirjen POM, atau badan-badan khusus atas persetujuan lembaga konsumen. Tujuan dari standar kualitas ini adalah untuk melindungi konsumen agar tidak dirugikan.

4. Jenis Standar

  • Standar Teknis adalah standar yang meliputi proses produksi dan hasil produksi.

Contohnya; standar bahan baku, standar proses, standar pemakaian bahan baku, standar bentuk dan ukuran, dan standar kualitas produk

  • Standar Managerial adalah standar yang meliputi bidang-bidang adminitrasi perusahaan.

Contohnya; standar harga, standar gaji & upah, standar pembukuan, standar penilaian, standar jejang kepangkatan & jabatan. 

 

BAB III

KEGAGALAN SONY CYBER-SHOT & NOKIA 

  

MASALAH PERUSAHAAN

Perusahaan SONY dan NOKIA merupakan perusahaan ternama, tetapi dalam kasus ini pihak SONY dan NOKIA mengalami beberapa masalah, di antaranya;

  1. Produk SONY memiliki masalah pada mental bagian bawah bodi kamera bisa bengkok ke bawah karena ada cacat produksi. Pinggir yang tajam ini bisa melukai jari penggunanya. SONY harus melakukan perbaikan sekitar 461.000 kamera. Mereka akan mengganti plat body bawah ini secara gratis. Kamera yang terkena memiliki nomor seri mulai 4500001 sampai 4569350.

  2. Produk NOKIA menarik sekitar 46 juta baterai mereka. Saat diisi ulang, baterai seri BL-5C yang diproduksi oleh Matsushita baterai industrial Co. Ltd mulai periode desember 2005 sampai november 2006 beresiko mengalami hubungan pendek.

 

LOLOSNYA PRODUK

Lolosnya produk ini dikarenakan; 

  • Kuranganya pengawasan di pabrik pendukung/pembuat.

  • Kurangnya perhitungan dalam membuat produk.

  • Minimnya pengujian terhadap produk tersebut.

  • Terlalu cepat memasarkan produk ke pelanggan tanpa rencana yang matang.

  • Terlewatinya suatu sub sistem dalam pemroduksian barang.

  • Penggunaan mesin yang tidak sesuai prosedur-prosedur perusahaan.

 

DAMPAK SECARA MAKRO

1. Perusahaan

  • Merusak nama perusahaan.

  • Perusahaan mengalami kerugian yang cukup banyak.

  • Akibat dari kejadian ini, perusahaan akan belajar dari pengalamannya untuk terus mengawasi dan menginovasi terus produknya.

  • Perusahaan harus membuat strategi baru yang sekreatif mungkin untuk menarik para pelanggannya kembali.

2. Konsumen

  • Berkurangnya kepercayaan konsumen terhadap produk ini (kecewa).

  • Konsumen akan belajar untuk memilih produk yang mana kualitasnya baik.

  • Konsumen harus meluangkan lebih banyak waktu dan biaya lain-lain untuk penggantian produk tersebut, sehingga konsumen jelas lebih dirugikan.

 

PENETAPAN STANDAR PERUSAHAAN

Dalam hal ini perusahaan seperti SONY dan NOKIA dapat melakukan penetapan standarisasi produknya, seperti;

  1. Bagi SONY, SONY dapat melakukan perkumpulan dengan perusahaan sejenis (kamera), misalnya penetapan format gambar dalam kamera. Penetapan format ini seperti JPEG. SONY harus bekerjasama dengan Joint Photographic Expert Group. Hal ini dilakukan agar konsumen lebih mudah memakai kamera SONY, karena format gambar yang digunakan, dipakai oleh semua perusahaan di dunia.

  2. Bagi SONY dan NOKIA, mereka dapat memilih memory apa yang mereka pakai sebagai media penyimpanan, seperti MMC, SD, Micro SD, dll. Mereka memilih ini juga harus memperhatikan banyaknya konsumen yang memakai media penyimpanan tersebut.

  3. Bagi SONY dan NOKIA, mereka harus menjaga mesin-mesin produksi dengan baik dan dalam pembuatan produk baru, mereka harus memperhitungkan matang-matang agar produk yang dihasilkan tidak terjadi efek yang merugikan untuk jangka panjang.

  4. Bagi NOKIA, mereka harus mengikuti standar Operating System di dalam handphone. Operating System ini ialah Symbian. Semua orang memakai Operating system ini di dalam Handphone mereka. Baru-baru ini telah keluar Operating System baru yaitu Mini Windows dari Microsoft Co. Apabila NOKIA memakai Operating System baru ini, banyak konsumen akan meninggalkan produk ini, karena kesulitan dengan menggunakan Operating System yang baru. 

     

 

MENG – COVER KERUGIAN

Menurut kami, upaya agar perusahaan untuk menutupi (cover) biaya tambahan yaitu:

1. Sumber berasal dari Cadangan Garansi

  • Perusahan harus membuat account cadangan garansi (allowance for guarantee expenses) di dalam pembukuan perusahaan itu. Maksud kami, yaitu dimana sebuah penggantian suatu produk atas kelalaian perusahaan dimasukan ke dalam garansi perusahaan. Dalam kasus ini bagaimana jika masa kadarluasa garansi suatu produk telah berakhir? Dalam kasus ini perusahaan akan memberikan penggantian secara cuma-cuma kepada produk yang telah melewati masa garansi (kadarluasa).
  • Setelah membuat account cadangan untuk biaya garansi, perusahaan mengkira-kira berapa banyaknya nominal yang harus ditetapkan dalam allowance for guarantee expenses. Perkiraan (estimasi) ini bisa berdasarkan banyaknya guarantee expenses pada masa lampau atau coba-coba.
  • Dengan demikian perusahaan mengcover kerugian atas rusaknya barang dari cadangan biaya garansi (guarantee expenses). Sebagai contoh;

Perusahaan SONY memiliki jumlah kas sebesar 300 milyar rupiah. mereka memutuskan untuk mencadangkan uangnya ke dalam cadangan biaya garansi sebesar 1 milyar rupiah. Maka kas akan berkurang 1 milyar untuk ditambahkan ke dalam cadangan untuk biaya garansi, sehingga kas yang baru menjadi 299 milyar rupiah.

Cadangan untuk biaya garansi                                1 milyar

Kas                                                                                          1 milyar

Setelah itu, perusahaan SONY mendapat musibah bahwa produknya rusak dan tidak diterima oleh konsumen. Maka sebagai permintaan maaf, SONY memberikan ganti rugi untuk perbaikan bodi secara gratis kepada produk kamera yang terkena memiliki nomor seri mulai 4500001 sampai 4569350. Setelah dihitung-hitung, pemberian perbaikan bodi secara cuma-cuma ini memakan biaya sebesar 800 juta rupiah, maka SONY mengambil uang untuk menutupi kerugian atas produk itu dari cadangan untuk biaya garansi sebesar 800 juta rupiah.

Biaya garansi                                                       800 juta

Cadangan untuk biaya garansi                                                     800 juta 2. Menggunakan Asuransi

Jadi kas yang semula sebesar 299 milyar tidak akan berkurang akibat musibah yang menimpa produk SONY, melainkan cadangan untuk biaya garansi yang berkurang untuk menutupi kerugian yang ditimbulkan dari kasus ini.

Metode semacam ini dapat dipergunakan untuk produk NOKIA atas musibah yang terjadi pada baterai BL-5C yang diproduksi oleh Matsushita baterai industrial Co. Ltd.

2. Menggunakan Asuransi

Perusahaan pastinya mengasuransikan seluruh bagian perusahaannya, mulai dari bangunan fisik, produk, sampai karyawan-karyawan diasuransikan. Kita harus membayar premi asuransinya setiap periode (perbulan, persemester, atau pertahun), walaupun kita membayar premi asuransi setiap periodenya, namun kita mendapatkan perlindungan atas asuransi ini.

Dalam kasus ini, perusahaan NOKIA mendapatkan suatu musibah bahwa setelah diteliti oleh peneliti, bahwa baterai NOKIA tipe BL-5C memungkinkan terjadinya hubungan singkat yang dapat merusak kinerja handphone. Dari pihak NOKIA sendiri, mereka belum mengetahui efek samping dari produk tersebut untuk jangka panjang.

Setelah pihak asuransi mendapatkan claim dari NOKIA, mereka (pihak asuransi) akan memberikan penggantian uang atas total penggantian produk baterai BL-5C ini. Dengan demikian perusahaan NOKIA terbebas dari kerugian yang menimpa dirinya.

 

TINDAKAN PERUSAHAAN

1. Memberikan garansi kepada produk tersebut.

2. Mengadakan evaluasi dan perbaikan terus menerus, seperti;

  • Mulai dengan suatu proyek contoh.

Maksudnya kita membuat suatu proyek dimana proyek ini tujuannya untuk meneliti kualitas barang tersebut. Setelah kita membuat proyek, kita mengambil sample sebagai sample untuk proyek kita.

  • Analisis variasi dari semua proses.

Setelah sample/contoh didapat, kita analisis mulai dari gugus kendali mutunya. Gugus kendali mutu ialah peningkatan mutu pada setiap elemen sehingga mutu secara totalitas baik.

  • Memperhatikan proses tidak hanya hasil.

Setelah setiap elemen dianalisis, pertama-tama kita melihat bagaimana proses produksi itu dilakukan. Hal ini dilakukan agar dalam pemrosesan barang, sistem yang dilakukan sesuai dengan prosedur-prosedur perusahaan. Hasil merupakan nomor dua.

  • Membuat proses menjadi lebih sederhana, dan lebih sederhana lagi.

Setelah kita menganalisis proses, maka kita dapat mengambil keputusan untuk melakukan tindakan effisiensi dan meningkatkan efektivitas dari proses tersebut.

  • Mengusahakan secara konstan untuk melakukan investasi dalam teknologi baru.

Kita dapat melakukan lebih banyak effisiensi dan efektivitas dengan cara kita investasi untuk membeli teknologi yang paling canggih, walaupun kita mengeluarkan lebih banyak dana untuk investasi ini, tetapi hasil untuk penghematan dan hasil yang optimal untuk kurun waktu kedepan lebih baik dari pada tanpa investasi.

  • Memandang masalah dan kegagalan sebagai kesempatan untuk perbaikan.

Jika kita mendapat masalah dalam kegagalan produk kita, maka kita jangan berkecil hati atau putus asa, tetapi dengan kondisi seperti ini kita diarahkan untuk menghasilkan suatu produk yang baru. Kita terus-menerus tanpa lelah untuk memodifikasi produk kita agar konsumen merasa puas dengan produk kita. Inilah tantangan kita!

  • Melakukan reorganisasi termasuk realokasi sumber daya untuk memudahkan perbaikan terus menerus.

Reorganisasi disini maksudnya kita sebagai pimpinan harus memperbaiki sistem dalam organisasi. Mulai dari bagian administrasi, penjualan, bagian SDM (non produksi) sampai bagian produksinya. Hal ini ditujukan agar kinerja karyawan setiap bagian meningkat. Kinerja disini mempengaruhi kualitas mutu setiap barang yangakan diproduksi.

Realokasi disini maksudnya kita sebagai pemimpin perusahaan mencari suatu sumber daya yang baru, entah sumber daya itu jauh maupun dekat dari tempat kita berproduksi. Hal ini dilakukan karena jika kita memproduksi kamera dan sumber dayanya berupa kromium untuk body kamera tersebut. Maka hal pertama yang harus kita lakukan ialah mencari sumber daya (kromium) yang lain yang mutunya lebih baik, walaupun sumber tersebut jauh, tetapi efek untuk ke depannya sesuai dengan harapan perusahaan. Toh kromium merupakan bahan mentah yang tidak mudah rusak.

3. Menjaga relasi antara pemasok dan pelanggan, seperti;

  • Menghubungkan visi organisasi ke kepuasan pelanggan.

Dengan memberikan visi yang jelas, hal ini dapat memupuk suggesti pelanggan untuk membeli produk tersebut.

  • Memberikan penghargaan ke pemasok.

Jelas, dengan memberikan penghargaan ke pemasok, maka kita membuat pemasok sangat penting, sehingga kerjasama antara pemasok dan perusahaan dapat berjalan dengan baik.

  • Indentifikasi pelanggan external dan internal.

Sebagai pemimpin, kita harus melihat yang mana pelanggan external dan pelanggan internal. Kita harus mengindentifikasi mereka, karena perlakuan kita terhadap pelanggan external dan internal berbeda.

4. Perusahaan harus mengerti apa yang diinginkan konsumen.

 

BAB IV

KESIMPULAN

 

Dari hasil makalah yang kami bahas ini, kami menyimpulkan bahwa perusahaan jasa dapat menggunakan metode ini. Dalam hal kualitas perusahaan jasa dapat meningkatkan mutu dengan cara menata kembali tata layoutnya, seperti desain ruangan, desain gedung, menambah fasilitas, membuat suasana perusahaan yang nyaman, sehingga para karyawan dapat bekerja lebih produktif dan konsumen akan menilai bahwa perusahaan tersebut telah mempunyai kualitas yang lebih baik.

Dalam perusahaan manufaktur maupun jasa, mereka harus memakai pengawas mutu, agar mutu yang ditetapkan sesuai dengan standar perusahaan. Dengan adanya pengawas mutu ini diharapkan perusahaan dapat meminimalisasi kerusakan-kerusakan atas kelalaian karyawan ataupun mesin.

Agar kepercayaan masyarakat ke produk perusahaan tersebut, sebaiknya perusahaan terus mencari informasi terus-menerus untuk dapat menganalisa kekurangan-kekurangan dalam produk tersebut, mengembangkan kualitas produknya, memperbaiki kerusakan-kerusakan dalam versi sebelumnya, menambah fitur-fitur baru yang diinginkan oleh konsumen, serta menjaga relasi yang baik dengan pemasok maupun pelanggan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Sumarno & Indarti, 2008, Managemen Operational, Malangkucecwara, Malang

Tjiptono, Fandy & Anastasia Diana, 1995, Total Quality Management, Andi Offset, Yogyakarta

Render, Barry & Jay Heizer, 2001, Prinsip-prinsip Management Operasi, Salemba Empat, Jakarta

Gaspersz, Vincent. 1997. Management Kualitas – Penerapan Konsep-Konsep Kualitas, Elex Media Komputindo, Jakarta

Sumber dari majalah CHIP edisi 10 Oktober 2008, Grasindo, Jakarta

Situs pribadi; www.stevan777.wordpress.com 

 

KASUS

 

SONY CYBER-SHOT

Digicam Lukai Pengguna

Produk Sony mendapat musibah lagi. Beberapa waktu lalu, baterai notebook sony meledak sehingga harus ditarik dari peredaran. Kini, digicam melukai penggunanya.

Cyber-Shot DSC-T5 bisa melukai jari penggunanya. Mental bagian bawah bodi kamera bisa bengkok ke bawah karena ada cacat produksi. Pinggir yang tajam ini bisa melukai jari penggunanya. Sony harus melakukan perbaikan sekitar 461.000 kamera. Mereka akan mengganti plat body bawah ini secara gratis. Kamera yang terkena memiliki nomor seri mulai 4500001 sampai 4569350.

 

NOKIA

Jutaan Baterai Berbahaya

Nokia, produsen ponsel terbesar di dunia, menarik sekitar 46 juta baterai mereka. Saat diisi ulang, baterai seri BL-5C yang diproduksi oleh Matsushita baterai industrial Co. Ltd mulai periode desember 2005 sampai november 2006 beresiko mengalami hubungan pendek.

Baterai ini banyak model mulai kelas hemat Nokia 1100 sampai model kelas atas N70 atau N91. Selama ini, sudah 100 baterai yang bermasalah. Namun belum menimbulkan kerugian material atau pun jiwa.

Untuk memeriksanya, baterai harus dilepas dari ponsel. Jika di bagian terdapat tulisan Nokia dan BL-5C, periksakan no ID 26 digit bagian belakang melalui website Nokia, http://www.Nokia.com. Apabila baterai tersebut termasuk di dalamnya, Nokia akan memberikan baterai pengganti secara cuma-Cuma.

About these ads

May 17, 2008 - Posted by | Paper/Makalah

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: