Apa sih Cryptography itu?
Berkenalan dengan Cryptography
Anda mungkin sering mendengar istilah Cryptography. Istilah ini cukup asing untuk Anda, namun tidak untuk peminat dunia keamanan komputer. Tak kenal maka tak sayang, kali ini kami akan mengenalkan Anda dengan dengan dunia Cryptography.
Jika bicara tentang keamanan, maka kita tidak akan bisa melepaskan diri dari masalah cryptography. Cryptography berisi berbagai rumus dan angka-angka yang hanya bisa dipahami oleh “keturunan Einstein”. Belum lagi istilah-istilah yang bahkan sangat susah untuk diucapkan. Namun, kegunaan cryptography sendiri sudah tidak bisa diragukan. Dan belajar untuk sedikit mengerti akan sangat membantu Anda dalam memahami berbagai persoalan mengenai keamanan komputer.
Cryptography
Saya masih ingat ketika beberapa tahun yang lalu, beberapa ABG (anak usia belia-red) dengan bangganya berbicara dengan cara menambahkan akhiran untuk setiap penggalan kata. Misalnya,
menambahkan kata “si” ke dalam kalimat “kenapa” sehingga kata “kenapa” berubah menjadi “kesi nasi pasi”. Mereka menggunakan cara seperti ini setiap kali hendak berbicara sesuatu yang rahasia. Awalnya, saya tidak memahami dan mengerti ucapan mereka. Namun setelah pelan-pelan diamati, saya bisa memahami apa yang mereka bicarakan. Cukup seru yang mereka bicarakan, pantas saja main rahasia-rahasiaan!
Bagaimanapun, apa yang dilakukan oleh ABG ini merupakan suatu bentuk “pengacakan” atau proses membuat sebuah kata biasa menjadi kata sampah yang tidak bisa dimengerti. Di dalam ilmu keamanan data, kita bisa mengatakan bahwa ABG ini telah melakukan proses enkripsi terhadap kata-kata yang digunakan. Dan bidang ilmu yang mempelajari masalah ini dinamakan sebagai Cryptography.
Bidang ilmu cryptography ini sangat dekat dengan berbagai rumus dan algoritma sehingga biasanya bidang ilmu cryptography dimasukkan ke dalam bagian ilmu matematika. Namun sebaliknya, terdapat juga bidang ilmu yang mempelajari bagaimana kelemahan dari sebuah cryptography, yaitu cryptanalysis. Kedua bidang ilmu tersebut biasanya sangat dekat dengan keamanan negara. Di Indonesia sendiri terdapat lembaga yang mempelajari masalah ini, yang dikenal dengan Lembaga Sandi Negara (LSN).
Enkripsi, dekripsi, plain text, dan cipher text
Pada zaman perang dahulu, komunikasi memegang peranan yang sangat vital. Komandan perlu memberikan komando kepada anak buahnya dan pasukan perlu mendapatkan strategi perang dari atasannya. Semua informasi ini tentu tidak bisa disampaikan begitu saja dengan cara berbisik dari satu telinga ke telinga yang lain.
Pengiriman pesan melalui radio merupakan teknologi yang telah digunakan dan tentu saja merupakan cara yang sangat efektif. Namun, strategi perang tentu tidak boleh diketahui oleh musuh. Apabila musuh sampai mengetahui strategi perang, sudah bisa dipastikan kemenangan akan ada di pihak musuh.
Untuk itulah dibutuhkan sebuah metode untuk mengacaukan informasi yang dikirim melalui udara. Sehingga kalau pun data tersebut bisa diambil, musuh tidak akan membaca pesan yang dikirimkan.
Data asli dalam bentuk teks yang bisa dibaca — disebut sebagai plaintext — ini, kemudian akan diacak dengan menjadi karakter “sampah” yang dinamakan sebagai ciphertext. Metode pengacakan ini sendiri dinamakan sebagai enkripsi.
Setelah data sampai ke tujuan, karakter sampah (ciphertext) ini kemudian akan didekripsi kembali menjadi plaintext yang bisa dibaca kembali.
Algoritma dan key
Suatu ketika, Julius Caesar ingin mengirimkan pesan kepada seorang jendral melalui kurir. Namun, Julius khawatir bila kurir tersebut tertangkap atau berkhianat. Untuk itu, pesan dikirim tidak ditulis dalam bentuk teks biasa, namun berbentuk ciphertext!
Untuk mengubah plaintext menjadi cipertext, Julius menggunakan algoritma yang sangat sederhana, yaitu dengan mengubah setiap karakter dengan karakter pengganti. Sebagai contoh, bila menggunakan algoritma geser 1 karakter, maka karakter A akan diganti menjadi B, sedangkan karakter B akan diganti dengan C, dan seterusnya.
Untuk itu, sebuah plaintext “SERANG” akan berubah menjadi sebuah ciphertext “TFSBOH”. Aturan “geser 1 karakter” inilah yang kita namakan sebagai algoritma dari sebuah enkripsi. Tentu saja ini merupakan algoritma yang sangat-sangat lemah saat ini dan tidak seharusnya digunakan lagi karena sangat mudah untuk dipelajari.
Andaikan algoritma dari Julius Caesar ini digunakan oleh semua orang, hanya dalam waktu 1 detik Anda sudah bisa membongkar pesan rahasia yang seharusnya dilindungi oleh sebuah algoritma enkripsi. Anda bisa lansung mengganti huruf B menjadi huruf A, huruf C menjadi huruf B, dan seterusnya.
Agar sebuah algoritma bisa digunakan secara terus menerus, dibutuhkan sebuah kunci atau “Key” yang hanya diketahui oleh orang yang menggunakan algoritma tersebut yang menjadikannya unik untuk setiap orang. Misalnya, untuk si Ucup, karakter A tidak diganti menjadi B namun diganti menjadi C sedangkan karakter B akan diganti menjadi D. Jadi bisa dikatakan algoritma yang digunakan oleh si Ucup masih tetap sama yaitu metode “pergeseran” hanya saja kali ini bukan “pergeseran 1” tapi “geser 2”.
Adanya “key” yang ditentukan oleh masing-masing orang yang menggunakan sebuah algoritma, membuat sebuah algoritma hanya bisa dibalikkan apabila sang hacker mengetahui “key” rahasia yang digunakan.
“Key” atau kunci rahasia ini sering kali disebut juga sebagai password. Namun, beberapa orang ternyata tidak senang dengan kata ini karena password terkesan “kurang aman”. Oleh orangorang ini kemudian muncul lagi istilah (lagi-lagi) passphrase. Secara singkat bisa saya katakan bahwa passphrase merupakan password yang aman karena menggunakan jumlah karakter yang cukup banyak dan juga penggunaan karakter acak.
Contoh algoritma yang terkenal adalah DES (Digital Encryption Standard), 3DES (Triple Digital Encryption Standard), RC4 (Rivest Cipher 4), RC5, RC6, Bowfish, dan AES (Advanced Encryption Standard).
Metode enkripsi dan dekripsi tidaklah sesederhana seperti yang Anda bayangkan. Para ahli membagi teknik enkripsi dan dekripsi menjadi 2 jenis, yaitu Symmetric dan Asymmetric Cryptography.
Symmetric cryptography
Ini merupakan jenis enkripsi yang mudah untuk dipahami. Anda dapat menggunakan key atau kunci yang sama untuk melakukan enkripsi dan dekripsi.
Jadi, ketika Anda menggunakan kata kunci “xyz” guna melakukan enkripsi, maka untuk melakukan dekripsi kembali, Anda harus menggunakan kata “xyz” juga. Anda bisa membayangkan sebuah kunci rumah yang sama, digunakan untuk mengunci pintu Anda dan juga untuk membuka pintu yang terkunci.
Symmetric Cryptography menggunakan dua teknik untuk melakukan enkripsi maupun dekripsi, yaitu Block Cipher dan Stream Cipher.
-
Block Cipher
Block Cipher akan melakukan enkripsi terhadap sejumlah blok data sekaligus. Jadi, misalnya Anda mempunyai kalimat “HalloApaKabar” dan blok cipher menggunakan blok berukuran empat byte (4 karakter), maka proses enkripsi akan dilakukan per-empat karakter.
Enkripsi pertama akan dilakukan pada empat karakter pertama yaitu “Hall”, diikuti oleh enkripsi kedua pada blok kedua, yaitu “oApa”, dan seterusnya. Algoritma Enkripsi Block Cipher yang terkenal adalah RC4 yang juga digunakan oleh jaringan wireless.
Saya pernah melihat adanya kuis dari salah satu majalah. Tantangannya adalah memecahkan sandi sebuah enkripsi. Soalnya kira-kira begini, apabila kalimat di bawah ini :
Bajingan dianggap pahlawan
Menghasilkan enkripsi sebagai berikut :
!@#$%*@% +$@%**@> >@&?@=@%
Lalu apa arti dari enkripsi berikut ini ?
%*$?@%*
Bila Anda perhatikan, semua huruf mempunyai karakter penggantinya. Tanpa perlu mengetahui rumus atau algoritma yang digunakan, Anda sudah bisa mencari arti dari sebuah ciphertext. Semua huruf “B” telah diganti atau dienkripsi menjadi karakter “!”, semua karakter “a” telah diganti atau dienkripsi menjadi “@”, semua karakter “j” telah diganti atau dienkripsi menjadi “#”, dan seterusnya.
Dengan mempelajari karakter-karakter sebelum dan sesudah enkripsi, Anda bisa melihat bahwa karakter “%” merupakan hasil dari enkripsi karakter “n”, karakter “*” merupakan hasil enkripsi dari karakter “g”, dan seterusnya. Dari hasil pemetaan ini, bisa diketahui bahwa hasil enkripsi %*$?@%* bila dilakukan dekripsi kembali akan menghasilkan sebuah kata yaitu :
ngilang
Enkripsi semacam ini sangat mudah dipecahkan, apalagi bila hacker sudah mempunyai contoh plaintext dan ciphertext seperti pada contoh. Kasus yang sama terjadi pada enkripsi yang dilakukan dengan Block Cipher dan masalah ini merupakan masalah yang sangat besar untuk sebuah algoritma enkripsi.
Untuk itu, diperlukan suatu metode agar suatu huruf atau karakter yang dienkripsi tidak akan selalu menghasilkan ciphertext yang sama. Misalnya, hasil dari enkripsi huruf “A”, terkadang be-rubah menjadi “*” dan terkadang berubah menjadi “^”. Namun, mungkinkah hal ini dilakukan ?
Untuk menghasilkan hasil enkripsi yang selalu berbeda-beda dengan enkripsi yang sama adalah suatu pekerjaan yang rumit.
Namun, para ahli menemukan suatu metode yang sederhana dan efektif yaitu dengan melakukan dua kali enkripsi! Enkripsi pertama dilakukan antara plaintext dengan sebuah nilai acak yang dinamakan sebagai Initialization Vector (IV). Karena enkripsi pertama ini dilakukan antara plaintext dengan IV yang unik, hasilnya akan membuat plaintext yang sama dan menghasilkan ciphertext yang berbeda.
Enkripsi pertama ini cukup dilakukan dengan metode yang paling sederhana dalam dunia enkripsi, yaitu XOR. Ini dimaksudkan agar proses enkripsi secara keseluruhan tidak terlalu terbebani. Hasil enkripsi pertama ini kemudian dilempar ke proses enkripsi yang lebih rumit untuk menghasilkan sebuah ciphertext yang kuat.
Syarat penting agar enkripsi ini tidak bisa dibongkar adalah nilai IV yang digunakan haruslah selalu berubah dan harus dipastikan IV tidak digunakan lebih dari sekali. Permasalahan semacam inilah yang terjadi pada keamanan jaringan wireless yang menyebabkan para produsen dan konsumen kebakaran jenggot. Contoh dari Block Cipher yang terkenal dan digunakan secara luas adalah DES dan AES.
-
Stream Cipher
Untuk menghindari hasil enkripsi ciphertext yang sama ketika melakukan enkripsi plaintext yang sama, metode stream cipher menggunakan pendekatan yang sedikit berbeda. Stream Cipher menggunakan key yang berbeda-beda untuk melakukan proses enkripsi, artinya pada metode ini dibutuhkan jumlah key yang sangat banyak.
Misalnya, Anda mempunyai key table yang berisi 1 dan 4, kemudian Anda mempunyai plaintext “aa”. Untuk itu, stream cipher akan melakukan enkripsi karater “a” pertama dengan key pertama yaitu 1. Sedangkan plaintext kedua yang ternyata juga berisi karakter yang sama yaitu “a” akan dienkripsi dengan key kedua dari key table yaitu 4. Dengan cara ini, plaintext yang sama akan menghasilkan ciphertext yang berbeda.
Permasalahannya tentu saja terletak pada key table. Bagaimana mendapatkan key table atau menciptakan key table ini? Biasanya, key table diciptakan secara otomatis berdasarkan sebuah key yang diberikan. Misalnya, Anda memberikan sebuah key “xx”, berdasarkan “xx” ini kemudian akan diciptakan sebuah key table. Contoh Algoritma dari Stream Cipher yang secara luas digunakan adalah RC4.
Asymmetric cryptography
Suatu ketika, Anda ingin mengirimkan pesan yang sangat rahasia kepada rekan mata-mata Anda di luar negeri. Anda sudah mempelajari teknik enkripsi agar pesan Anda tidak bisa dibaca oleh tukang intip. Masalahnya adalah, rekan Anda harus mengetahui juga key yang Anda gunakan untuk melakukan enkripsi agar rekan Anda bisa membaca ciphertext yang Anda kirimkan. Lalu, bagaimana cara Anda memberikan key rahasia agar tidak jatuh ke tangan asing? Telepon bisa disadap (ingat kasus Jaksa Agung M. Ghalib), email bisa diintip, sedangkan kurir tidak bisa dipercaya. Jika Anda bisa menggunakan telepati, tentu masalahnya selesai. Jadi, enkripsi symmetric mempunyai permasalahan yang sangat mendasarkan, yaitu masalah pendistribusian key yang aman.
Para pakar penyandian menciptakan jenis enkripsi yang sangat-sangat unik yang dinamakan Asymmetric Cryptography atau yang juga sering dinamakan Public Key Cryptography. Berbeda dengan symmetric cryptography yang menggunakan key yang sama untuk enkripsi dan dekripsi, pada asymmetric cryptography Anda menggunakan key yang berbeda untuk enkripsi dan dekripsi.
Key yang berbeda ini dinamakan sebagai private key dan public key. Private key merupakan key yang dipegang sendiri oleh pemiliknya sendiri. Sedangkan public key merupakan key yang boleh diketahui oleh siapa pun juga. Public key bisa digunakan untuk melakukan enkripsi namun hanya bisa didekripsi kembali dengan private key. Bingung? Jika Anda bingung, itu wajar.
Baiklah, penjelasan ini untuk Anda yang mempunyai otak seperti saya, yang kebingungan dengan konsep public dan private key. Anda membuat gembok-gembok spesial yang Anda bagikan kepada semua orang namun Anda tidak memberikan kunci gembok kepada orang-orang tersebut. Anda katakan kepada mereka “kalau Anda ingin mengirimkan pesan kepada saya, gemboklah dengan gembok saya ini”.
Pesan di dalam gembok akan aman karena tidak ada yang punya kunci gembok Anda. Setiap orang boleh memiliki gembok Anda dan Anda tetap tidak perlu memberikan kunci kepada siapa pun juga. Gembok merupakan “Public Key” sedangkan kunci merupakan “Private key”. Public key dan private key dinamakan sebagai key pair.
Stevan Adhi Nugroho
HD, DVD atau Flash?
Data Untuk Selamanya
Berapa lama hard disk, CD, dan DVD dapat bertahan? Hasil penelitian terbaru membuktikan
bahwa sering kali hanya dalam beberapa tahun orang terancam kehilangan data. Artikel ini akan
menunjukkan bagaimana cara menyimpan foto, film, dan mail untuk jangka panjang.
Tahun 2006 sepenuhnya berada dalam era banjir data digital global. Hampir 100 juta digicam, 50 juta DVD-recorder dengan hard disk, dan sekitar 1,5 milyar lagu iTunes telah terjual. Dengan digicam, milyaran foto diambil. Dengan recorder, jutaan film direkam. Dan pada PC, tak terhitung lagi jumlah lagu yang di-copy.
Akibatnya, hard disk pengguna pribadi cepat penuh. Oleh karena itu, foto dan video di-copy ke CD atau DVD murah kemudian disimpan di lemari. Lalu, 20 tahun mendatang — demikian pikir pengguna—ia akan menunjukkan kepada anak-anaknya yang sudah menjadi dewasa, foto-foto pertama mereka ketika masih bayi, seperti yang dulu dilakukan orangtua mereka dalam bentuk foto warna yang sudah luntur.
Foto digital tidak dapat luntur, tetapi bila 20 tahun mendatang medianya tidak dapat lagi dibaca, foto-foto tersebut hilang. Demikian pula karangan lucu lucu mereka ketika di SD dan skripsi Anda tidak lagi dapat ditemukan.
Bila ingin menyelamatkan kenangan digital Anda hingga puluhan tahun ke depan, pikirkan baik-baik media data mana yang Anda gunakan untuk menyimpannya. Artikel ini akan menunjukkan alternatif apa saja yang tersedia dan apa yang sebaiknya Anda tinggalkan.
Media Data Optik: Sangat rentan
Sebagian besar pengguna komputer membuat backup atau arsip pribadi pada CD atau DVD. Namun, ada kenyataan yang mengejutkan. Data Anda dapat menghilang dari sana dengan cepat. Benar, media optik ini sangat rentan kehilangan data. Hampir tidak ada media penyimpan data lainnya yang menawarkan kestabilan dan keamanan seminim keping perak.
Kebanyakan penelitian mengenai harapan hidup CD/DVD telah membuktikan bahwa pada kondisi penyimpanan ideal, keping perak ini dapat bertahan 80-100 tahun. Sayangnya, hampir semua penelitian tersebut dilakukan atas inisiatif produsen sehingga tidak dapat disebut objektif. Selain itu, kondisi ideal yang digunakan dalam pengujian nyaris tidak akan dapat dipenuhi dalam kenyataan sehari-hari.
Sebuah penelitian independen yang dilakukan oleh National Institute of Standards & Technology (NIST) menunjukkan bahwa sebuah DVD-R dapat bertahan hingga 30 tahun, tetapi hanya bila disimpan secara optimal. Itu berarti bahwa suhu harus dijaga pada 25°C tanpa fluktuasi, tak ada cahaya, dan kelembaban merata pada 50%.
Sayangnya, kondisi ideal seperti itu tidak dapat dijumpai dalam lingkungan rumah biasa. Menurut para pakar — dan banyak pengalaman pribadi yang mengenaskan—CD/DVD hasil bakaran sendiri pada penyimpanan biasa seringkali sudah tidak dapat dibaca hanya dalam 2 atau 3 tahun.
Kerusakan pada keping perak dapat terjadi karena berbagai hal. Penyebab yang paling sederhana, tetapi paling sering, adalah akibat diletakkan di meja secara tidak hati-hati. Keping tergores parah sehingga datanya tidak dapat dikenali lagi.
Goresan pada sisi bawah keping dapat menyimpangkan berkas laser sehingga data sukar dibaca. Goresan pada sisi atas (tempat data dan label berada) berakibat lebih parah lagi, terutama pada CD. Goresan halus saja dapat merusak lapisan reflektor yang memantulkan laser. Data tidak dapat dibaca sama sekali.
Kerusakan pada sisi atas sering kali terjadi ketika keping ditulisi dengan bolpoin atau pensil yang ujungnya menggores lapisan reflektor. Oleh karena itu, jika ingin menulisi label, sebaiknya gunakan CD-marker yang berujung lunak sehingga tidak akan merusak permukaan keping.
Banyak orang yang menempelkan stiker sebagai label. Padahal, penggunaan stiker ini lebih berbahaya bagi keamanan data. Terutama pada produk murah, pelarut dalam stiker dapat bereaksi dengan permukaan polikarbonat pada keping. Kelembaban dapat meresap ke dalam lapisan polikarbonat dan membuat lapisan reflektor berkarat.
Pada saat-saat sebelumnya, pelarut juga telah digunakan pada label CD-ROM yang dipres. Bahkan, CD generasi pertama dari awal tahun 80-an dipres dengan label yang berisi bahan kimia berbahaya. Saat ini, arsip musik Perpustakaan Nasional Jerman di Berlin sedang menghadapi masalah ini. Meskipun kondisi penyimpanannya ideal, dari 400.000 keping CD (Februari 2007) sudah beberapa ratus edisi awal tidak dapat dibaca lagi. Kondisi ini dikhawatirkan akan semakin memburuk.
Sudah bertahun-tahun produsen keping menjanjikan produk yang lebih baik dengan masa pakai yang lebih panjang. Saat ini, Kodak telah memperkenalkan inovasi baru yang disebut ‘Preservation’. Menurut Kodak, keping dengan teknologi Preservation ini aman dari karat hingga 300 tahun. Sayangnya, belum ada hasil tes independen yang menguji keabsahan klaim Kodak ini.
LG juga memperkenalkan proses pembuatan keping yang dinamakan SecurDisc. Dalam SecurDisc ini, data disimpan beberapa kali pada tempat yang kosong sebagai cadangan. Sayangnya, keampuhan SecurDisc ini juga belum dapat dibuktikan oleh pihak independen. Goresan kasar pada permukaan atau retaknya keping karena sebab mekanis yang terlalu berat tentu saja tidak dapat diatasi dengan SecurDisc. Hal yang sama juga berlaku bagi keping BluRay dan HD-DVD generasi mendatang.
TIPS: Meskipun media optik harganya semakin murah, mudah dioperasikan, dan tersedia hampir di setiap rumah, untuk arsip jangka panjang, keping perak ini tidak dapat diandalkan. Bila Anda termasuk orang yang menggunakan CD/DVD untuk backup, sebaiknya copy data Anda ke media baru. Bila ingin terus menggunakan CD/DVD, pilih keping buatan produsen ternama dengan lapisan emas tahan karat dan permukaan antigores, misalnya Emtec CD-R Gold yang harganya sekitar 1,5 Euro/keping atau TDK ScratchProof DVD yang dijual 2,5 Euro/keping.
Untuk pembuatan arsip pada DVD, sebaiknya gunakan DVD-RAM. Keping jenis ini memiliki manajemen kerusakan yang lebih baik. Manajemen kerusakan pada DVD-RAM dapat mengenali sektor yang rusak dan menghindari penulisan data pada sektor tersebut—seperti yang dilakukan pada hard disk. Dengan cara ini, kemungkinan kesalahan sudah diminimalisasi ketika menulis.
Hard disk: Sensitif secara mekanis
Meskipun harga hard disk per megabyte-nya sekarang tidak lebih murah dibandingkan DVD, media ferromagnetik ini memiliki keunggulan dibandingkan keping perak. Untuk menyimpan hard disk berkapasitas 300 GB tidak diperlukan satu rak besar seperti untuk menyimpan DVD .
Akses data hard disk juga jauh lebih cepat dan lebih fleksibel dibandingkan DVD. File dapat dihapus, diganti nama, atau ditimpa dengan mudah—ini sangat memudahkan proses backup. Kelebihan lainnya, produsen biasanya memberi garansi minimal 5 tahun. Dari masa garansi ini saja dapat disimpulkan bahwa usia hard disk umumnya lebih dari 5 tahun.
Namun, tentu saja hard disk pun tidak dapat menjamin diperolehnya arsip yang aman dan dapat diandalkan sepenuhnya. Seperti pada CD/DVD, kondisi penyimpanan hard disk juga sangat penting. Kelembaban udara yang tinggi dapat menyebabkan karat pada bagian-bagian mekanik hard disk. Pancaran magnetik yang kuat dari jarak dekat, misalnya dari loudspeaker, kadang-kadang dapat mengubah kutub info pada media data magnetik dan merusaknya.
Lebih berbahaya lagi jika hard disk jatuh atau terkena guncangan keras. Hard disk 3,5 inci memang tahan akselerasi hingga 250 kali gravitasi (G)—nilai yang sangat tinggi. Namun, karena jarak head baca/tulis sangat dekat dengan keping magnetik (berukuran mikroskopik), benturan keras dapat merusak head baca/tulis ini. Hard disk yang lebih kecil (2,5 dan 1,8 inci) sedikit lebih stabil karena bobotnya yang lebih ringan.
Tidak hanya kelembaban udara dan guncangan mekanik yang dapat merusak hard disk. Kadang-kadang, cacat produk juga menyebabkan kerusakan. Google telah meneliti sebab-sebab kerusakan dari 100.000 hard disk di pusat komputernya dalam studi ‘Failure trends in a large disk drive population’. Hasilnya mengejutkan. Hard disk tidak hanya rusak di akhir usia yang diperkirakan. Banyak juga yang langsung rusak di awal penggunaannya.
TIPS: Penggunaan hard disk sebagai media jangka panjang hanya disarankan bila prosedur yang ketat dikuti. Prosedur yang paling aman adalah membuat backup identik pada 4 drive sekaligus. Bila cara ini terlalu mahal bagi Anda, ada versi yang lebih murah, tetapi merepotkan.
Di minggu pertama, buat backup ganda: 1 pada hard disk arsip yang lama, 1 pada hard disk baru. Integritas hard disk baru perlu Anda periksa secara teratur pada masa-masa awal penggunaan, misalnya dengan tool HDTune (www.hdtune.com).
Tool HDTune membaca nilai Self-Monitoring, Analysis, and Reporting Technology (SMART) yang menunjukkan apakah sebuah hard disk akan membuat kesalahan dalam waktu dekat atau tidak. Bila dalam jangka panjang tidak terlihat akan ada masalah, Anda dapat menyingkirkan hard disk lama dan menyimpan yang baru dengan sangat hati-hati. Sebaiknya hard disk disimpan dalam kantung plastik pembungkus hard disk. Setiap 4 tahun sekali, ulangi prosedur ini dengan hard disk baru lainnya.
Flash-Memory: Lebih dapat diandalkan
Dari semua media data yang umum digunakan di rumah, flash memory—USB flash disk dan memory-card—memiliki usia tertinggi dalam hal integritas data. Karena dalam memori Flash tidak ada komponen yang bergerak, tidak ada yang akan macet atau rusak akibat pengaruh kelembaban dan gangguan mekanik.
Namun, USB-flash disk tetap bisa pecah. Banyak produsen yang memberi garansi 5 tahun atau lebih untuk produk USB-flash disk atau flash-card, misalnya Kingston. produsen Crucial dan Transcend malah memberi garansi sampai 30 tahun. Di sini, produk bermerk terkenal juga lebih unggul dibanding produk-produk tanpa nama. Produsen-produsen kecil biasanya hanya memberi garansi maksimal sampai 2 tahun atau bahkan tidak ada garansi sama sekali.
Memori flash baru dengan Single Level Cells (SLC) sangat tepat untuk pembuatan arsip. Berbeda dengan chip Multi Level Cells (MLC), chip SLC mampu bertahan sampai 100.000 siklus tulis/baca. Kontroler cerdas yang dapat mematikan sektor tak berguna dapat meningkatkan angka ini hingga beberapa juta siklus.
USB-flash disk dengan SLC di Test Center masih mampu bertahan setelah menjalani lebih dari 100 juta akses tulis/baca. Ketahanan ini lebih dari cukup untuk sebuah arsip data yang aman. Bila pada kemasan flash disk tertulis ‘SLC’, pilih jenis ini.
Namun demikian, untuk media berbasis flash ini juga tidak ada garansi mutlak. Pada berbagai test di Test Center, ada saja USBflash disk dan memory-card yang tiba-tiba tidak lagi berfungsi. Bila Anda berencana membuat arsip jangka panjang dengan media flash, sebaiknya tulisi hanya satu kali. Lebih baik lagi jika Anda menulis satu kali pada beberapa media sekaligus dan simpan di tempat yang terpisah.
Banyak produsen telah menyadari bahwa memori flash juga tepat digunakan untuk backup, terutama bagi foto digital. Pada bulan Maret 2007, SanDisk mengumumkan memory-card yang hanya dapat ditulisi sekali—disebut WORM-card (Write Once, Read Many).
SanDisk sendiri memberi garansi 100 tahun untuk WORM-card—suatu nilai yang cukup realistis karena biasanya memorycard rusak akibat terlalu sering diakses. Harga WORM dijanjikan akan murah sehingga sangat menarik bagi fotografer.
TIPS: Beli produk bermerk ternama dan perhatikan masa garansinya. Saat ini, memori flash semakin murah sehingga solusi sekali pakai demi keamanan data juga menjadi lebih terjangkau. WORM-card juga merupakan pilihan menarik, tetapi masih perlu ditunggu berapa harga pasarannya.
Streamer: Mahal, tetapi lebih aman
Meskipun tape-drive jarang digunakan oleh pengguna pribadi, backup berbasis tape ini patut dipertimbangkan, terutama bila ingin menyimpan data dalam jumlah besar.
Pita magnetik tersedia dalam berbagai kelas kapasitas dan harganya cukup murah. Ultrium 3 LTO (Linear Tape Open) berukuran 400 GB bisa didapat dengan harga 50 Euro. LTO adalah standar yang digunakan IBM, HP, dan Seagate. Meskipun tapenya murah, Anda membutuhkan tape-drive yang sangat mahal. Sebagai contoh, Tandberg 420 LTO harganya ±1.000 Euro.
Dengan pengembangan yang konsekuen untuk penggunaan profesional, tape memiliki koreksi kesalahan yang jauh lebih baik dibandingkan media lainnya. Selain itu, usianya juga panjang. Produsen memberi garansi 30 tahun untuk ketahanan data. Nilai ini juga dapat meyakinkan pengguna pribadi.
Kelebihan lain dari tape backup adalah kenyataan bahwa drive dan medianya terpisah. Bila drive tidak berfungsi, tidak otomatis menyebabkan hilangnya data seperti pada hard disk.
TIPS: Solusi tape yang lebih lambat dan murah adalah Quantum Travan 40 untuk 300 Euro. Varian lainnya adalah media Magneto-Optical-Disc (MOD) yang sangat tahan panas dan medan magnet. MOD juga menawarkan proteksi lebih tinggi untuk integritas data karena perubahan satu bit harus terjadi secara optik dan magnetik. Drive MOD seperti Fujitsu MCR3230AP harganya sekitar 220 Euro dan media 30 GB sekitar 50 Euro.
Layanan penyimpanan online: Masalah kepercayaan
Satu cara yang sangat berbeda, tetapi sangat aman untuk penyimpanan arsip jangka panjang adalah layanan online. Layanan ini menyediakan kapasitas simpan di Internet bagi perusahaan maupun pengguna pribadi. Bila layanan online ini dapat menjamin keamanan integritas data, Anda tidak perlu khawatir.
Biasanya, layanan online memiliki sistem backup data redundan (multi-backup). Tidak berfungsinya satu sistem tidak berpengaruh apapun pada data Anda. Sistem yang rusak hanya perlu diganti dan data Anda tetap aman.
Namun demikian, layanan semacam itu tentu saja tidak gratis. Layanan gratis biasanya tidak memberikan jaminan integritas data dan kapasitas yang tersedia juga terbatas. Saat ini Google hanya menyediakan 2,8 GB untuk setiap pengguna pribadi. Batasan ini bisa ditingkatkan dengan membayar biaya tertentu.
Untuk 30 Euro/bulan, Anda juga bisa mendapatkan layanan profesional dengan kapasitas 1.000 GB, trafik 100 GB, dan berbagai ukuran file di Mediamax (www.mediamax.com).
TIPS: Sedapat mungkin, perkecil ukuran data penting Anda dan gunakan salah satu layanan online. Meskipun terjadi bencana, misalnya kebakaran di rumah, tidak semua data Anda hilang. Anda perlu memberi kepercayaan kepada penyedia layanan bahwa data Anda aman dari akses pihak lain. Bila tidak yakin, enkripsi data Anda.
Jangan lupakan password Anda. Bila Anda lupa, data Anda dapat tersimpan selama puluhan tahun tetapi tidak dapat diakses. Terakhir, solusi keluarga juga telah terbukti dapat diandalkan. Titipkan media backup berisi data penting Anda kepada kerabat yang tidak tinggal serumah dan dapat dipercaya.
5 Tips Penting:
Menyimpan Data untuk Selamanya
Para pengguna PC telah sepakat bahwa mem-backup data adalah suatu keharusan. Namun, arsip jangka panjang tidak banyak dipikirkan oleh pengguna karena menuntut disiplin dan pengetahuan. Dengan tip berikut ini, Anda dapat membackup foto, film, dan dokumen lainnya dengan mudah untuk puluhan tahun ke depan.
1. Relevansi:
Semakin banyak data yang Anda simpan, semakin besar risiko terjadinya ‘chaos’—akan sulit menemukan data tertentu. Oleh karena itu, sortir data Anda dengan baik dan simpan hanya yang benar-benar dibutuhkan di masa mendatang—data yang tidak dapat dibuat ulang. Dengan volume data yang lebih kecil penyimpanan menjadi lebih mudah.
2 Redundansi:
Meskipun terasa merepotkan, sebaiknya backup data pada beberapa media sekaligus. Idealnya, gunakan hard disk eksternal sebagai backup tambahan. Data terpenting sebaiknya juga Anda simpan di layanan online. Untuk foto, gunakan saja memory-card. Dengan demikian, Anda selalu memiliki sebuah backup yang siap digunakan ketika foto pada PC menghilang.
3 Migrasi:
Copy secara teratur backup Anda ke media baru. Dengan demikian, Anda memperkecil kemungkinan crash dan menjamin data dapat diakses dengan perangkat baca aktual. Disket 51/4 kini sudah sulit dibaca karena perangkat bacanya sudah tidak diproduksi lagi.
4 Integritas:
Periksa secara teratur arsip Anda. Untuk arsip pada hard disk, tersedia program yang dapat membaca info SMART. Untuk CD/DVD, Anda dapat menggunakan tool seperti CDCheck (www.kvipu.com/CDCheck). Tool ini memeriksa bit demi bit, apakah keping masih dapat dibaca seluruhnya atau tidak. Bila ada masalah, segera pindahkan arsip Anda ke media baru.
5 Kualitas:
Jangan gunakan keping atau hard disk murah untuk data penting Anda. Biasanya, meskipun tidak selalu, harga yang murah didapat dengan menghemat ongkos produksi. Untuk arsip CD, sebaiknya pilih keping bermerek dengan lapisan reflektor emas. Untuk DVD, gunakan keping DVD-RAM. Untuk hard disk, pilih model dengan putaran rendah, misalnya 5.400 kali/menit.
Comment / Testimonial
Selamat datang di Stevan’s Teritory Weblog. banyak bacaan untuk menambah ilmu pengetahuan di blog ini.
Bagi yang mau menambahkan/memasang blog (artikel, makalah, cerita, dll) untuk memajukan blog ini, telp/sms ke nomer 08999813265, atau kirim e-mail ke lorder_stevan@yahoo.com dengan memberikan subject “stevan777″ pada e-mail anda.
Kami hargai semua karya cipta anda.
Terima kasih, selamat membaca.












