Stevan’s Teritory Weblog

Everything in here. Enjoyed it!

Bikin reportase On line yuk..?

MEMBUAT REPORTASE ONLINE

Cyber online atau yang dikenal juga dengan dunia maya merupakan sarana atau media yang semakin hari semakin berkembang pesat. Ratusan bahkan ribuan website bergentayangan di dunia maya. Setiap orang mudah mengakses, ketika mencari informasi yang dibutuhkan.

Pengelola media cybernet pun terus bermunculan. Maklum, dunia maya ini memberikan banyak kemudahan dan keuntungan bagi pengelola maupun buat pemanfaat online. Makanya, tidak berlebihan bila kini banyak sekali website-website serta situs-situs yang dibuat secara perorangan maupun institusi.

Kendati demikian, hanya website atau situs yang memiliki spesifikasi dan kualitas tertentu saja yang sering dikunjungi peselancar dunia maya. Terutama mereka yang membutuhkan akses informasi lewat internet.

Spesifikasi dan kualifikasi media cybernet inilah yang patut dicermati bagi komunitas-komunitas yang hendak mengelola website atau situs-situs tertentu. Terutama dalam mengelola informasi yang hendak disajikan dalam dunia maya tersebut.

Informasi yang disajikan dalam cybernet itu setidaknya harus memudahkan pembaca atau pengunjungnya. Kemudahan mendapatkan informasi yang dicari pengakses itu menjadi persyaratan utama dalam mengelola website atau situs dunia maya.

Makanya, pengelola dituntut untuk mengetahui keinginan dari pembaca atau pengakses internet yang berselancar di dunia maya. Di antara keinginan tersebut, misalnya kemudahan mengakses dan mendapatkan informasi yang dicari. Selain itu, mudah memahami informasi yang disajikan di dunia maya tersebut.

Karena itu, pengelola setidaknya mampu membuat reportase dari peristiwa-peristiwa yang hendak disajikan. Untuk itu, dalam makalah ini akan dibahas mengenai teknik membuat reportase di website, situs atau blog di dunia maya.

Dalam membuat reportase dunia maya, sebenarnya tidak jauh berbeda dengan membuat berita di media masa cetak. Semua peristiwa dapat dijadikan bahan tulisan berupa laporan sebagaimana yang dikenal dengan sebutan tulisan jurnalistik. Tulisan jurnalistik itu ada banyak model dan jenisnya. Di antaranya adalah tulisan berupa berita, artikel, opini dan feature (fices), esai, dan lain sebagainya. Hanya saja, dalam kesempatan kali ini kita akan focus pada teknik membuat reportase.

Perlu diingat, bahwa dalam membuat reportase itu tidak bisa semua peristiwa dijadikan bahan tulisan. Sebab, ada beberapa prinsip yang dapat dijadikan acuan. Sehingga, informasi yang disajikan benar-benar dibutuhkan pembaca atau pengakses.

Prinsip-prinsip tersebut di antaranya adalah unsur baru, actual, luar biasa, ketokohan, aneh, unik, proximity (kedekatan), humor, dan sex. Semua prinsip tersebut biasanya dikenal dengan teman-teman wartawan sebagai unsur-unsur berita atau reportase. Unsur-unsur itu bisa dijadikan acuan dalam menulis reportase.

Bila sudah memahami konsep unsur reportase itu, baru menggali data-data bahan reportase. Bahan yang digali itu bisa berupa data elementer maupun data sekunder. Misalnya, terkait dengan nama orang, gelar, tanggal lahir, tempat kelahiran, profesi, jabatan, dan lain sebagainya. Selain itu, nama tempat, lokasi dan lain-lain.

Setelah kita mengetahui prinsip-prinsip yang mendasari tulisan reportase tersebut, maka langkah selanjutnya adalah menyusun kerangkanya. Dalam penyusunan kerangka reportase itu, ada tahapan-tahapan yang harus diketahui dan dipahami.

Tahapan semacam itu, biasanya dikenal dengan sebutan anatomi reportase. Anatomi reportase itu sebagai berikut:

Judul
Dalam membuat judul, secara teknis memang boleh dianggap gampang. Namun, jika tidak tepat dalam pemilihan katanya, maka mengurangi arti dan makna dari tulisan reportase yang kita tulis. Pembaca pun biasanya susah memahami tulisan tersebut, sehingga membuat kurang tertarik.

Agar judul semacam itu bisa menarik pembaca dan pengakses cybernet, maka ada beberapa hal yang patut diperhatikan. Antara lain, judul itu harus jelas, tegas, atraktif, dan tidak lebih dari 8 kata, bisa membangkitkan emosi pembaca. Persyaratan ini sangat penting, untuk diketahui. Sehingga dalam membuat judul, berita bisa komunikatif dan mudah dipahami pembaca. Diusahakan menggunakan kata-kata yang aktif, tidak pasif dengan berbagai pola. Dengan demikian, pembaca akan tertarik dan terikat untuk membaca reportase selanjutnya.

Lead
Teknik dalam membuat lead yang dikenal juga sebagai teras dan jendela, reportase ini sangat menentukan langkah selanjutnya. Sebab, jika berhasil membuat tulisan reportase, maka selanjutnya akan mudah dan lancar. Itu mengingat, dalam menulis reportase yang paling sulit adalah menyusun kalimat di lead atau teras dari reportase tersebut.

Untuk membuat lead, biasanya mengacu pada unsur-unsur berita, sebagaimana tersebut di atas. Misalnya, baru, actual, ketokohan, luar biasa, dan lain sebagainya. Itu dijadikan dasar dalam menentukan topic (angle) pada alenea di lead ini.

Dalam menyusun lead, secara teknis maximal terdiri dari tiga kalimat. Setiap kalimat maximal 18 kata. Selain itu, mengandung 5 W + 1 H. Yang dimaksud dengan 5 W + 1 H itu adalah what (apa), where (dimana), who (siapa), why (mengapa), when (kapan), dan how (bagaimana).

Semua itu dapat diimplementasikan dalam beberapa jenis lead. Lead-lead itu bisa diterapkan pada semua jenis peristiwa yang ditulis menjadi sebuah laporan atau berita.

Isi
Dalam menyusun isi reportase ini merupakan langkah yang paling mudah. Sebab, penulis atau wartawan hanya memaparkan dengan mendeskripsikan persoalan-persoalan yang dipaparkan dalam lead reportase.

Rangkaian kalimat dalam isi reportase ini bisa bervariatif. Mulai dari kalimat langsung, tidak langsung hingga kalimat-kalimat informative dan descriptive. Begitu juga dalam menggunakan nara sumber. Nara sumber yang digunakan terdiri dari beberapa nara sumber. Tapi, minimal satu nara sumber. Kalau lebih dari satu nara sumber, penyusunan isi reportase itu dapat blok atau spiral.

Dalam membentuk blok, nara sumber yang kita tulis mulai dari awal sampai akhir hanya satu sumber berita. Setelah selesai, sumber berita yang pertama baru kita beralih menulis sumber berita berikutnya.

Sedangkan isi berbentuk spiral, antara nara sumber yang pertama dengan nara sumber yang kedua bisa diselang-seling. Sehingga, bentuk spiral, tapi ide pembahasan atau penulisan materinya tetap menjaga systematicalnya alias sistematis.

Ekor/Penutup
Dalam membuat penutup berita atau ekor reportase tidak teralu sulit. Sebab, dalam menulis penutup tersebut hanya harus dipertimbangkan adalah bagaimana mengakhiri tulisan berita itu semenarik mungkin dan pembaca merasa puas. Dalam membuat penutup berita itu, kita bisa mengakhiri cerita tulisan berita itu dengan ringkasan. Jika tidak, kita dapat juga mengutip kata kunci dari tulisan di lead sebagai akhir dari cerita atau tulisan reportase yang kita buat. Selamat mencoba! Semoga sukses!

December 31, 2007 - Posted by | Artikel

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: