Stevan’s Teritory Weblog

Everything in here. Enjoyed it!

Kalo dah bikin reportase, bikin blogg yuk…

 

Aku ngeBLOG maka aku keren!

Kenapa Keren?

  1. Tulisan di blog kamu menarik dan bermanfaat bagi para pengunjung.

  2. Rajin nge-blog = latihan menulis.

  3. Menambah wawasan (fitur komentar yang interaktif).

  4. Dijadikan referensi oleh netter lain

  5. Efek samping: Kamu jadi terkenal, dan siapa tahu tulisan-tulisan di blog kamu diterbitkan jadi buku.

  6. Dan sebagainya.

 

Apa kiat Membuat Tulisan yang Menarik?

  1. Menulislah seolah-olah kamu sedang berbicara.

  2. Anggaplah si pembaca duduk di depan kamu.

  3. Hindari kalimat klise.

  4. Jangan terlalu banyak basa-basi (penjelasan yang tidak penting).

  5. Gunakan kalimat pendek.

  6. Sesuaikan bahasa kita dengan segmen pembaca.

  7. Gunakan kalimat aktif.

  8. Gunakan istilah-istilah yang lebih spesifik.

  9. Manfaatkan keanekaragaman istilah.

  10. Tonjolkan informasi yang menarik.

 

Apa kiat Membuat Judul Yang Menarik?

Judul yang mengundang tanda tanya

  • Pentingnya Merawat Rambut (x)

  • Merawat Rambut Bikin Hidup Lebih Indah (+)

Jangan perlihatkan semuanya

  • Ketua MPR Taklukkan Presiden (+)

Pancing sikap kritis pembaca

  • Jawaban yang menyenangkan lebih penting daripada jawaban yang benar (+)

Hindari kalimat klise

  • Hubungan Pilkada dan Otonomi Daerah (x)

  • Pilkada Memperkuat Otonomi Daerah, Benarkah? (+)

Hindari bahasa yang terlalu umum

  • Yang paling kubanggakan (x)

  • Yang paling kubanggakan dari adikku (+)

Judul yang provokatif

  • Nikah dini, keren! (+)

  • Yuk, menulis cerpen! (+)

Judul yang memvonis

  • Mengikuti selera pasar = pelacur (+)

Judul berupa pertanyaan

  • Apakah pemerintah masih memihak rakyat? (x)

  • Pemerintah Masih Memihak Rakyat? (+)

Bahasa tidak harus baku

  • Operasi lilin, Polri tindak 150 mobil pelanggar lalu lintas (+)

Plesetan

  • Ketika Musim Reshuffle Tiba (+)

  • Takkan Lari Sumanto Dikejar (+)

Buatlah judul semenarik mungkin, tapi jangan menipu pembaca!

  • Membakar Majelis Taqlim (x)

(padahal maksudnya: dalam sebuah pengajian/taqlim, ada acara bakar sate)

  • Jadi Presiden, Aa Gym Ajukan Lima Syarat (x)

(padahal maksudnya: Aa Gym mengatakan: calon presiden mendatang harus memenuhi lima kriteria sebagai berikut….)

 

Keterangan:

(x) Kurang baik

(+) lebih baik

 

Bagaimana menulis artikel referensi?

  • Tulislah topik yang benar-benar kamu kuasai.

  • Lengkapi tulisan kamu dengan data/referensi yang selengkap mungkin.

  • Uraikan setiap bagian dengan penjelasan yang memadai.

  • Tentu saja, kiat membuat tulisan yang menarik tetap perlu diperhatikan.

  • Sampaikan dengan bahasa yang sesederhana mungkin.

  • Lengkapi tulisan kamu dengan data/referensi yang selengkap mungkin.

  • Bahasa inklusif VS bahasa eksklusif

Contoh bahasa inklusif:

Email adalah cara baru dalam berkomuninasi. Dengan perangkat ini, kita bisa mengirim pesan kepada teman atau kerabat yang tinggalnya amat jauh, dalam waktu yang singkat, cepat, dan berbiaya murah, bahkan bisa gratis. Uniknya, semua ini bisa kita lakukan langsung dari komputer, tanpa harus pergi ke kantor pos.

Contoh bahasa eksklusif:

Email adalah perangkat elektronik yang memungkinkan kita mengirim pesan digital melalui mail server tertentu untuk diteruskan ke mail server lain. Si penerima pesan digital ini akan mendownload pesan digital tersebut atau mengaksesnya melalui webmail tertentu.

 

SEPUTAR IDE TULISAN

Dari mana datangnya ide?

  • Datang sendiri secara tak terduga.

  • Datang setelah kita melakukan sesuatu (baca buku, nonton film, jalan-jalan, mengalami kejadian yang luar biasa, dst).

  • Dicari.

  • Berdasarkan referensi tertentu.

  • Berdasarkan ucapan atau pendapat orang lain.

  • Dan masih banyak lagi.

 

Mencari & mengembangkan ide

  1. Pikirkan sebuah objek (sebuah foto di kamar)‏.
  • Susun pertanyaan:

    • Kapan foto itu dibuat?

    • Siapa yang memotret?

    • Di mana lokasinya?

    • Kejadian apa yang berlangsung ketika itu?

    • Kenapa sampai ada foto itu? Adakah maksud tertentu? Dalam rangka apa?

    • Bagaimana proses pembuatan foto itu? Bagaimana suasananya?

  • Kita sudah mendapat sebuah ide yang lengkap!

  1. Pikirkan sebuah kejadian (seorang preman berjalan di tengah pasar sambil membawa stik golf)‏

  • Susun pertanyaan:

    • kenapa ada preman kampung menenteng stik golf?

    • dari mana dia mendapatkan stik golf itu?

    • kenapa dia membawa stik golf itu ke sebuah pasar?

    • apakah stik golf itu milik pribadinya, atau hadiah dari seseorang, atau dicuri dari seseorang?

    • Bagaimana kejadiannya ketika dia mendapatkan stik golf itu? Apa yang terjadi ketika itu?

    • Dan seterusnya.

  • Kita sudah mendapat sebuah ide yang lengkap!

  1. Pelajari sebuah budaya masyarakat, fenomena kehidupan, dst (misalnya: penduduk di perbatasan kalimantan yang lebih menyukai ringgit malaysia ketimbang rupiah. Mereka juga lebih suka berdagang di malaysia ketimbang di Indonesia.
  2. Susun sebuah kisah tentang pemuda yang melawan arus. Ia ingin lebih cinta pada rupiah ketimbang ringgit. Ia juga bertahan untuk berdagang di Indonesia, walau tidak begitu laku.
  3. Simak pendapat seorang tokoh. Misalnya: “Tolak RUU APP karena bertentangan dengan hak asasi perempuan!”
  4. Coba menganalisis pendapat ini. Bandingkan dengan pendapat kita.
  5. Jika misalnya kita tak setuju, coba inventarisir alasan-alasan kita, disertai referensi yang kuat.
  6. Maka jadilah sebuah tulisan OPINI!
  7. Pikirkan sebuah kondisi masyarakat. Misalnya: Masih banyak orang yang belum tahu bagaimana cara mengirim email.
  8. Maka, buatlah sebuah penjelasan lengkap tentang cara mengirim email.
  9. Maka jadilah sebuah tulisan “how to essay” atau technical writing.
  10. Ingatlah sebuah pengalaman hidup kita yang berkesan. Misalnya: saya pernah kecopetan.
  11. Ceritakan ulang pengalaman ini dengan gaya bahasa dan teknik bercerita yang baik. Ungkapkan bagaimana perasaan kita ketika mengalami kejadian tersebut.
  12. Maka jadilah sebuah tulisan personal essay dengan judul “ketika aku kehilangan sesuatu”.
  13. Anda punya pendapat, “Jalan kaki ke kantor itu lebih menguntungkan dari pada naik mobil”.
  14. Kemukakan ide ini dengan bahasa yang baik, disertai alasan-alasan yang kuat dan logis. Sampaikan dengan gaya bahasa yang membujuk dan provokatif, tapi tetap dalam batas kewajaran.
  15. Maka Jadilah sebuah artikel PERSUASIF dengan judul, “Ayo jangan kaki ke kantor!”

 

Ide ada tapi bingung ketika mau menulis

  • Bebaskan pikiran, tulislah apa yang ada di pikiran Anda apa adanya. Jangan peduli pada aturan apapun (EYD, struktur tulisan, dst).

  • Jangan dibebani oleh pikiran-pikiran seperti: (1) tulisan ini harus bagus banget, (2) tulisan ini harus menarik bagi semua orang, (3) dst.

  • Jangan dibayang-bayangi oleh penulis idola Anda (“Pokoknya tulisan saya harus sama dengan tulisan Gunawan Muhammad!”)‏

  • Kerangka karangan bukanlah hal wajib. Gunakan jika ia membantu kelancaran ide. Jika justru mengganggu kelancaran ide, ya jangan pakai kerangka karangan.

  • Menulislah untuk diri sendiri, untuk menyenangkan diri sendiri. Tulislah hal-hal yang menarik dan bermanfaat bagi diri sendiri.

  • Setelah lancar menulis, barulah kita berpikir tentang cara merevisi tulisan agar lebih bagus, agar menarik bagi orang lain, dst.

 

Ide sudah ditulis, tapi mandeg di tengah jalan

  • Istirahat dulu, kerjakan hal-hal lain

  • Rangsang ide dengan kegiatan yang bermanfaat (baca buku, nonton, diskusi dengan teman, dst).

  • Cobalah mengerjakan tulisan lain. Setelah fresh, kerjakan lagi tulisan sebelumnya. Tapi jangan meninggalkan sebuah tulisan terlalu lama!

 

Ide saya sudah ditulis oleh orang lain

  • Percayalah! Setiap manusia itu unik. Jadi walau idenya sama, belum tentu hasil tulisannya juga sama (jika ditulis oleh orang yang berbeda).

  • Kembangkan ide yang sama dengan teknik baru, sudut pandang yang berbeda, gaya bahasa yang unik, dst.

  • Tak ada ide yang benar-benar orisinal! Apapun ide yang muncul di kepala kita, pasti ada unsur pengaruh dari ide-ide yang sudah ada.

 

Ide saya sudah klise

  • Kita sering membaca tulisan yang sebenarnya hanya pengulangan dari tema/ide yang sudah sering dibahas. Tapi kita tetap tertarik membacanya.

  • Ide klise tetap bisa menjadi tulisan yang menarik jika dikemas dengan teknik baru, sudut pandang yang berbeda, gaya bahasa yang unik, dst.

  • Jadi, jangan takut menulis ide yang sudah klise!

 

[KHUSUS FIKSI] Menulis cerita berdasarkan pengalaman pribadi atau kisah nyata.

  • Pengalaman pribadi/kisah nyata tersebut hanya sebagai ide cerita atau bahan mentah. Kita bebas mengutak-atiknya semau kita. Tapi untuk kisah yang bernilai sejarah, harus hati-hati.

  • Carilah bagian dari kisah nyata itu yang kita anggap menarik. Bagian yang kurang menarik, atau tidak menarik sama sekali, silahkan dibuang saja.

  • Galilah bagian yang menarik tersebut, lalu kembangkan ceritanya sesuai keinginan kita.

  • Kalau perlu, carilah sudut pandang yang unik, agar ceritanya menjadi lebih bagus.

  • Setelah itu, tulislah cerita Anda. Olahlah “bahan baku” tersebut menjadi cerita yang utuh.

  • Setelah jadi, ia sudah menjadi cerita fiksi, bukan lagi pengalaman pribadi/kisah nyata.

December 31, 2007 - Posted by | Artikel

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: