Stevan’s Teritory Weblog

Everything in here. Enjoyed it!

FILSAFAT NIETZSCHE

PENDAHULUAN

Alasan pemilihan Filsafat Nietzsche sebagai tema tulisan ilmiah ini ada dua ,yang pertama adalah  ketertarikan untuk mengetahui lebih banyak tentang Nietszche dan pemikirannya. Terutama adalah untuk mengetahui tentang sejarah kehidupan Nietzsche. Bagaimana ia dapat memiliki pemikiran-pemikiran yang menolak filsuf-filsuf sebelum dirinya, siapakah orang-orang yang mempengaruhi pemikiran-pemikirannya, mengapa ia memiliki penolakan yang seakan radikal terhadap agama. Selain hal di atas, pemilihan tema ini juga didasarkan pada data yang cukup mengenai sejarah hidup Nietzsche.

Hal kedua yang menjadi alasan dalam memilih tema ini adalah Pemikiran-pemikiran Nietzsche yang menjadikan saya ingin mengetahui lebih banyak tentang pemikiran-pemikirannya. Dari beberapa penjelasan yang telah saya terima ketika mengikuti kuliah filsafat tentang Nietzsche, sebenarnya ada hal yang masih saya pertanyakan dari pemikiran Nietzsche. Apabila saya sudah lebih mengetahui tentang pemikiran-pemikirannya, mungkin saya dapat menemukan hal-hal yang dapat menjelaskan tanda tanya itu. Jadi rasa ingin tahu saya juga menjadi latar belakang dalam menentukan tema tulisan ilmiah ini.

 

LATAR BELAKANG

a) Latar belakang tokoh:

Friedrich Nietzsche lahir di Rocken pada tanggal 15 oktober 1844. Kakeknya, Friedrich August Ludwig adalah seorang pendeta. Tahun 1796, kakek Nietzsche dianugerahi gelar doktor kehormatan atas pembelaanya terhadap agama Kristen. Ayah Nietzsche, Karl Ludwig juga seorang pendeta. Awalnya, Nietzsche adalah seorang mahasiswa fakultas Teologi. Namun, pada akhirnya ia keluar karena lebih tertarik pada filsafat. Ia memulai dengan membaca filsafat Schopenhauer. Berawal dari ketertarikannya terhadap Schopenhauer, ia mulai menciptakan karya-karya filologis. Beberapa tahun kemudian ia meluncurkan buku pertamanya, The Birth of Trgedy, yang berisi tentang tragedy Yunani. Setelah buku pertamanya ini, Nietzsche mulai banyak memunculkan pemikiran –pemikiran baru dan juga buku-buku baru. Pemikiran-pemikirannya juga dipengaruhi oleh tokoh-tokoh yang sempat ia temui dalam hidupnya, seperti Richard Wagner, Bismarck, Freud dan Darwin.

Buku-buku yang telah ditulis oleh Nietzsche, antara lain The Birth of Tragedy, Human All-Too-Human, The Wanderer and his Shadow, The Gay Science, Thus Spoke Zarathustra, The Good and Evil .

b) Latar belakang filsafat:

Filsafat Nietzsche banyak dipengaruhi oleh tokoh-tokoh yang ia kagumi dan para filsuf sebelum dirinya. Selain itu, Filsafatnya juga dipengaruhi oleh unsur filologis yang berisi tentang Yunani. Hal ini dikarenakan oleh ketertarikannya terhadap filologi yang bercerita tentang legenda-legenda Yunani. Dalam filsafat Nietzsche dijelaskan bahwa hidup adalah penderitaan dan untuk menghadapinya kita memerlukan seni. Seni yang dimaksud oleh Nietzsche ada dua jenis, yaitu Apolline dan Dionysian. Sehingga Nitzsche mengagumi Richard Wagner yang ikut mempengaruhi gaya filsafatnya.

 

INTI-INTI PEMIKIRAN TOKOH

Pemikiran Nietzsche yang pertama adalah mengenai hidup adalah sebuah penderitaan. Dalam pemikirannya ini, Nietzsche menjelaskan bahwa dalam mengahadapi penderitaan itu, kita harus menggunakan seni. Selain itu, Nietzsche juga menjelaskan mengenai moralitas. Dalam penjelasanya dikatakan bahwa menjadi bermoral adalah menghormati adat istiadat komunitas. Adalah tidak bermoral untuk menghadapi adat istiadat, karena itu akan membahayakan komunitas. Kritianitas di sisi lain tidak bermoral , karena tujuannya adalah membebaskan individu dari beban tradisi Yahudi. Adalah kebenciannya terhadap hokum (Taurat) dan ketidakmampuannya menghormati hukum yang menyebabkan Saulus menjadi Paulus dan menemukan penebusan agung dari dosa asal dengan mengeksploitasi wafat Yesus. Oleh karena hal tersebut, maka moral kristianitas digantikan oleh moral yang berdasar pada kebikan umum.

Pemikiran Nietzsche yang lain adalah  mengenai prinsip dalam kehidupan. Dalam pemikirannya ini disebutkan bahwa manusia harus membuat hukum untuk diri sendiri dan tidak melawan realitas. Jika manusia melawan realitas maka kehidupannya akan menderita karena terkadang manusia memiliki keinginan yang berlawanan dengan realitas. Apabila keinginan it uterus dipaksakan, maka manusia harus melawan realitas, sedangkan menurut Nietzsche yang terjadi tidak dapat dihindari. Sehingga untuk melawan realitas adalah sia-sia. Sehingga lebih baik manusia menerima hidup apa adanya dengan lapang dada.

Selain itu manusia harus membuat hukum untuk dirinya sendiri, ini bertujuan agar manusia dapat menjadi majikan atas dirinya sendiri. Dengan membuat hukum untuk dirinya sendiri, manusia dapat mengendalikan dirinya dalam menghadapi kehidupan. Dengan dua prinsip tersebut maka manusia dapat hidup menjadi manusia yang kuat dalam menghadapi hidup yang merupakan penderitaan.

Nietzsche juga menjelaskan bahwa manusia memiliki keinginan untuk berkuasa. Pemikiran ini muncul dengan dipicu oleh kemunculan teori Darwin yang membenarkan tentang kemenangan kaum kuat atas kaum lemah dalam pergulatan demi eksistensi. Selain keinginan untuk berkuasa, Nietzsche juga menyatakan bahwa kelas-kelas sosial dalam masyarakat pada akhirnya akan menjadi sejajar, tidak da yang lebih tinggi dan tidak ada yang lebih rendah. Menurut Nietzsche ini adalah hasil dari Nihilisme. Nihilisme adalah keinginan untuk ketiadaan. Yang artinya menghapuskan perbedaan antar kelas dan jenis kelamin.

Nietzsche juga memiliki pemikiran tentang si manusia super, kekuatan dan pengulangan abadi. Si manusia super menurut Nietzsche adalah tingkat tertinggi dari kemanusiaan. Namun, tingkat ini hanya bisa dicapai ketika massa dikorbankan kepada kaum elite. Kekuatan menurut Nietzsche adalah hukum dari suatu masyarakat yang ‘sehat’. Masyarakat dianggap sakit bila ia menyerah pada paham ‘martabat manusia’ dan ‘martabat kerja’. Sedangkan pengulangan abadi menurut Nietzsche adalah mengenai kehidupan ini yang sebenarnya terus berulang dari masa ke masa. Namun, Nietzsche tidak menjelaskan kembali mengenai pengulangan abadi dalam buku-buku keluaran terbarunya.

 

KESIMPULAN

Filsafat Nietzsche banyak membahas mengenai kehidupan. Dalam filsafat Nietzsche disebutkan bahwa hidup adalah sebuah penderitaan. Dalam filsafat ini diuraikan mengenai hal-hal apa saja yang dibutuhkan oleh manusia dalam menghadapi kehidupan yang merupakan penderitaan itu. Dalam filsafat ini dijelaskan mengenai moral. Moral yang ada tentang kebaikan umum berbeda dengan moral yang ada pada Kristianitas. Selain itu, Nietzsche juga banyak membahas mengenai Kekuatan. Menurut Nietzsche kekuatan adalah hal yang dibutuhkan setiap masyarakat untuk tetap bertahan. Orang yang kuat adalah orang tidak menyerah pada paham martabat.

Dalam filsafat Nietzsche juga disebutkan bahwa moralitas ada dua, yaitu moralitas tuan dan moralitas budak. Moralitas tuan pada awalnya adalah moralitas yang baik. Yang menganut moralitas tuan adalah kaum yang kuat sedangkan yang menganut moralitas budak adalah kaum yang lemah. Pada awalnya kaum kuat berada di atas. Namun, semakin lama mereka semakin menerima pula moralitas budak. Sehingga kaum yang kuat semakin berkurang jumlahnya. Akibatnya kaum yang lemah menjadi semakin banyak dan pada akhirnya mereka yang lemah dan tertindas ini membalikkan keadaan. Sehingga moralitas tuan yang tadinya dianggap moralitas yang baik berganti menjadi moralitas yang buruk, begitu pula sebaliknya. 

 

TANGGAPAN KRITIS

Dari pemikiran-pemikiran Nietzsche, yang saya setujui adalah keinginan untuk berkuasa. Karena pada dasarnya setiap manusia memiliki keinginan untuk menguasai. Ada banyak hal yang ingin dimiliki oleh manusia dan untuk memiliki hal tersebut adalah untuk menguasai. Jangankan untuk memiliki, untuk menginginkan sesuatu, berarti manusia sudah memiliki keinginan untuk menguasai sesuatu. Dalam pemikiran ini yang menjadi intinya adalah keinginan bukan tindakan dari keinginan tersebut.

Sedangkan yang tidak saya setujui adalah pemikirannya mengenai kekuatan. Dimana ia mengatakan bahwa kekuatan adalah hukum bagi masyarakat yang sehat. Sehat di sini dilihat sebagai tidak menyerah pada martabat manusia dan martabat kerja. Martabat manusia juga merupakan hal yang penting. Sehingga apabila martabat manusia disingkirkan ,maka akan menjadikan manusia tidak memiliki martabat.

Mengenai moralitas tuan dan moralitas budak. Sebenarnya keduanya sama-sama dibutuhkan dalam mengejar kes

February 4, 2008 - Posted by | Artikel

No comments yet.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: